Sunday, 12 April 2026


Gandeng BUMN, Kementan Dorong NTB Jadi Pusat Industri Ayam Terintegrasi,

11 Mar 2026, 12:14 WIBEditor : herman

dengan Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan Pemerintah Provinsi NTB di kantor RNI, Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan usaha peternak rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui pengembangan industri ayam terintegrasi.

Program ini dijalankan melalui kerja sama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan Pemerintah Provinsi NTB, serta dukungan pendanaan dari Danantara Indonesia.

Komitmen itu resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di kantor RNI, Jakarta, Senin (9/3).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyatakan bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya protein hewani, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

“Proyek hilirisasi ayam terintegrasi tidak hanya menyiapkan pabrik pakan dan kandang, tetapi juga sistem dari hulu hingga hilir yang dikelola oleh peternak rakyat. Kami memohon dukungan pemerintah daerah agar proyek ini bisa segera direalisasikan,” kata Agung.

Program ini sebenarnya sudah dimulai sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 6 Februari 2026 sebagai bagian dari percepatan implementasinya.

Sementara itu, Direktur Utama RNI, Ghimoyo, menekankan peran BUMN dalam menjaga stabilitas sektor pangan nasional, khususnya komoditas perunggasan.

“Melalui hilirisasi ayam terintegrasi, kami berharap harga pakan dan harga daging ayam di pasar dapat lebih terkendali, sehingga memberikan kepastian bagi peternak sekaligus menjaga keterjangkauan bagi masyarakat,” ujar Ghimoyo.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan pemerintah provinsi akan mendukung penuh pengembangan industri ayam terintegrasi ini, termasuk penguatan ekosistem produksi dan distribusi.

“NTB diharapkan bisa memproduksi DOC dan pakan sendiri. Meski dikelola pemerintah, program ini diharapkan menjadi semangat baru bagi para peternak,” kata Iqbal.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTB juga akan memperkuat jalur logistik, baik transportasi laut maupun darat, agar rantai pasok industri perunggasan berjalan optimal.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan kawasan industri perunggasan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak di daerah.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018