
Musim pancaroba jadi tantangan besar bagi peternak ayam kampung, terutama yang dipelihara dengan sistem umbaran.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Musim pancaroba jadi tantangan besar bagi peternak ayam kampung, terutama yang dipelihara dengan sistem umbaran.
Sistem pemeliharaan ayam kampung secara umbaran ternyata menyimpan risiko besar saat musim pancaroba.
Perubahan cuaca yang ekstrem, mulai dari hujan deras hingga angin kencang, membuat ayam lebih rentan terserang penyakit jika tidak ditangani dengan tepat.
Dokter hewan dari Balai Perakitan dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak (BRMP UAT), drh. Triwardhani Cahyaningsih, M.Si, mengungkapkan bahwa sistem umbaran yang umum diterapkan peternak rakyat memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika memasuki musim peralihan.
Menurutnya, ayam kampung yang dipelihara di pekarangan rumah umumnya tidak memiliki kandang permanen yang mampu melindungi dari perubahan cuaca.
Kondisi ini membuat ayam langsung terpapar lingkungan luar, termasuk air hujan dan tiupan angin yang membawa suhu dingin.
“Kalau musim hujan, air bisa masuk karena tampias angin. Ini yang membuat ayam jadi lebih rentan. Sistem umbaran itu memang tricky di musim pancaroba,” ujar Triwardhani.
Ia menjelaskan, berbeda dengan sistem kandang tertutup atau close house yang mampu mengontrol suhu dan kelembapan secara penuh, sistem umbaran justru sangat bergantung pada kondisi alam.
Pada kandang modern, tidak ada air hujan yang masuk maupun angin yang langsung menerpa ayam, sehingga risiko stres dan penyakit bisa ditekan.
Sebaliknya, pada sistem umbaran, ayam harus beradaptasi langsung dengan perubahan suhu yang tidak menentu.
Pagi hari bisa panas, siang mendung, dan sore hingga malam turun hujan disertai angin. Fluktuasi ini membuat daya tahan tubuh ayam menurun dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
“Perubahan suhu yang drastis itu bisa bikin ayam stres. Kalau stres, imunitasnya turun, akhirnya gampang terserang penyakit,” jelasnya.
Risiko yang muncul tidak hanya sebatas penurunan produktivitas, tetapi juga potensi kematian jika penyakit berkembang tanpa penanganan.
Apalagi pada musim pancaroba, berbagai patogen seperti bakteri, virus, dan parasit lebih mudah berkembang.
Triwardhani menegaskan, peternak tidak bisa lagi mengandalkan cara tradisional tanpa penyesuaian. Diperlukan perlakuan khusus agar ayam tetap terlindungi meski dipelihara secara umbaran.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menambahkan pelindung sederhana seperti tirai atau terpal di sekitar kandang.
Pelindung ini berfungsi menahan tampias air hujan dan angin kencang yang bisa langsung mengenai ayam.
Penggunaan tirai atau terpal pun tidak boleh sembarangan.
Peternak disarankan membuka penutup pada pagi hingga siang hari saat cuaca relatif hangat untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik.
Sementara itu, pada sore hingga malam hari, tirai perlu ditutup kembali untuk menjaga suhu kandang tetap stabil dan melindungi ayam dari udara dingin.
“Jadi harus ada manajemen buka-tutup. Pagi atau siang dibuka, nanti sore ditutup lagi supaya ayam tidak kedinginan,” ujarnya.
Selain perlindungan fisik, peternak juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kandang.
Genangan air harus dihindari karena bisa menjadi sumber penyakit dan menarik vektor seperti lalat yang membawa patogen berbahaya.
Di sisi lain, sistem pemeliharaan intensif seperti yang diterapkan di BRMP UAT menunjukkan hasil yang lebih stabil karena seluruh aspek pemeliharaan, termasuk pakan dan lingkungan, dikontrol secara optimal.
Namun, Triwardhani menyadari bahwa tidak semua peternak memiliki fasilitas tersebut.
Karena itu, ia menekankan pentingnya adaptasi pada sistem umbaran agar tetap aman di tengah perubahan cuaca.
Edukasi kepada peternak menjadi kunci agar risiko kerugian bisa ditekan.
“Yang penting peternak paham risikonya dan tahu cara mengantisipasi. Jangan sampai ayam dibiarkan begitu saja tanpa perlindungan,” tegasnya.
Dengan langkah sederhana namun konsisten, peternak diharapkan tetap bisa menjaga kesehatan dan produktivitas ayam kampung meski menghadapi tantangan berat di musim pancaroba.