
peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Peternakan Sapi Perah Berkelas Dunia milik PT Global Dairi Bersama (Savoria Group) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
TABLOIDSINARTANI.COM, Brebes --- Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada susu nasional melalui pembangunan peternakan sapi perah modern berskala besar.
Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Peternakan Sapi Perah Berkelas Dunia milik PT Global Dairi Bersama (Savoria Group) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 710 hektare itu diresmikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titik Soeharto), Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri, serta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Prosesi groundbreaking dilakukan secara simbolis melalui penekanan tombol sirene yang menggerakkan alat berat untuk memulai perataan lahan pembangunan kawasan peternakan terpadu tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan peternakan sapi perah modern ini merupakan langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu. Saat ini sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor, atau setara 3,6–3,8 juta ton per tahun.
Menurut Amran, tingginya angka impor menunjukkan besarnya peluang investasi di sektor persusuan nasional. Karena itu pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi investor dalam maupun luar negeri untuk mengembangkan industri susu di Indonesia.
"Kami meminta pengusaha-pengusaha lokal maupun dari luar negeri untuk investasi di Indonesia karena pasarnya jelas. Kita butuh perusahaan seperti ini sekitar 20 kalau mau swasembada," kata Amran.
Ia mengapresiasi investasi yang dilakukan PT Global Dairi Bersama sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun industri susu nasional.
"Ini adalah potensi yang sangat besar. Kami bangga putra terbaik bangsa membangun industri susu. Ini yang kita nantikan dan menjadi harapan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," ujarnya.

Peternakan sapi perah di Brebes ditargetkan mampu memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 18 persen dari total produksi susu segar dalam negeri saat ini. Kehadiran proyek tersebut juga diperkirakan mampu meningkatkan produksi susu di Jawa Tengah hingga lebih dari dua kali lipat.
Untuk mendukung percepatan investasi, pemerintah berkomitmen memangkas berbagai hambatan birokrasi, terutama dalam proses perizinan.
"Kalau butuh legalitas dari Kementerian Pertanian, staf kami yang mengantarkan. Cukup kirim lewat WhatsApp, insyaallah kami percepat. Jangan sampai investasi dipersulit," tegas Amran.
Selain investasi, Amran menilai penguatan peternak rakyat menjadi faktor penting dalam membangun industri susu nasional. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 50 ribu peternak sapi perah, sementara untuk mencapai swasembada diperkirakan dibutuhkan sedikitnya 100 ribu peternak produktif.
"Yang terpenting kita harus berkolaborasi. Pemerintah, pengusaha, BUMN, investor asing maupun lokal harus bergerak bersama. Kalau peternaknya kita bina, saya yakin swasembada susu bisa kita capai," katanya.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titik Soeharto) mengatakan pembangunan peternakan sapi perah terpadu tersebut memiliki arti strategis, bukan hanya dalam meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dengan kapasitas mencapai 30.000 ekor sapi perah, kawasan ini akan menjadi salah satu peternakan sapi perah terintegrasi terbesar di Asia Tenggara.
Ia berharap keberadaan kawasan peternakan modern tersebut mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong berkembangnya industri pakan ternak, layanan kesehatan hewan, transportasi, hingga industri pengolahan susu, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya.
Sementara itu, CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri menegaskan pembangunan peternakan sapi perah terpadu merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional.
"Pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes merupakan perwujudan komitmen kuat kami untuk berpartisipasi aktif mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif," ujar Putri.
Menurutnya, proyek tersebut juga akan memberikan dampak ekonomi yang luas melalui pengembangan kemitraan dengan sekitar 5.000 petani sebagai pemasok hijauan pakan ternak. Selain itu, perusahaan akan bekerja sama dalam penggemukan sekitar 7.000 ekor sapi jantan per tahun, serta bermitra dengan sekitar 1.000 hingga 2.000 peternak sapi perah.
Peternakan modern ini dirancang menggunakan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT) untuk menjaga produktivitas dan kualitas susu. Dengan populasi 30.000 ekor sapi perah unggul, kawasan tersebut diperkirakan menyumbang sekitar 33 persen dari total populasi sapi perah di Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan saat ini populasi sapi perah di Jawa Tengah mencapai sekitar 77.320 ekor dengan produksi susu sekitar 78.100 ton per tahun. Produktivitas sapi perah rata-rata masih berkisar 10–15 liter susu per ekor per hari.
Ia optimistis kehadiran peternakan modern di Brebes akan memberikan dampak positif yang luas, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.