Saturday, 17 October 2026


Buka Pasar Baru, 40 Ton Ayam Afkir Jatim Meluncur ke Makassar

03 Sep 2026, 10:39 WIB

40 ton karkas ayam layer afkir dari Jawa Timur mulai didistribusikan ke Makassar

TABLOIDSINARTANI.COM, Blitar --- Sebanyak 40 ton karkas ayam layer afkir dari Jawa Timur mulai didistribusikan ke Makassar, Sulawesi Selatan. Pengiriman perdana ini menjadi langkah awal membangun pola distribusi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi peternak ayam petelur.

Distribusi ayam afkir tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, ID FOOD, dan sejumlah koperasi peternak. Koperasi yang terlibat antara lain Koperasi PPN Blitar, Koperasi KARTINI, Koperasi Putra Blitar, Koperasi PPRN (Perhimpunan Peternak Rakyat Nusantara), serta Koperasi Berkah Telur.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, mengatakan pengiriman 40 ton tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai distribusi perdana, tetapi dapat berkembang menjadi pola pengiriman secara reguler.

Menurutnya, kerja sama antarkoperasi menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi tawar peternak. Dengan konsolidasi yang lebih kuat, tata niaga ayam layer afkir diharapkan menjadi lebih sehat dan tidak sepenuhnya bergantung pada tengkulak.

“Pelepasan 40 ton ini merupakan langkah awal. Ke depan akan menjadi reguler. Kerja sama antarkoperasi diperlukan agar harga tidak dikendalikan oleh tengkulak. Posisi tawar dari peternak harus diperkuat,” ujar Makmun.

Ia menambahkan, penguatan kolaborasi di tingkat koperasi diperlukan agar potensi produksi peternak dapat dikonsolidasikan dan selanjutnya dihubungkan dengan pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok, mulai dari menghimpun produk peternak hingga mencari akses pasar yang memberikan nilai ekonomi lebih baik.

Komitmen membangun ekosistem peternakan juga disampaikan Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro. Ia menegaskan, ID FOOD ingin membangun ekosistem yang menempatkan koperasi dan peternak sebagai bagian penting dalam rantai pasok.

“ID FOOD ingin membangun ekosistem. Koperasi ada dan diperlukan untuk memfasilitasi keinginan anggota,” kata Dwi.

Melalui skema tersebut, koperasi didorong semakin aktif mengonsolidasikan kebutuhan anggotanya. Salah satunya melalui penyerapan ayam petelur afkir dan menghubungkannya dengan pasar di wilayah yang membutuhkan.

Bagi peternak ayam petelur, pemasaran ayam afkir menjadi persoalan yang tidak kalah penting dibandingkan produktivitas. Ketika ayam memasuki akhir masa produksi, peternak membutuhkan saluran pemasaran yang mampu memberikan nilai ekonomi dan kepastian penyerapan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Heri Widyatmoko, mengapresiasi langkah penyerapan tersebut. Menurutnya, akses pasar menjadi kebutuhan penting bagi peternak ketika ayam memasuki masa akhir produksi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penyerapan ayam petelur afkir ini. Terima kasih juga atas gerak cepat pemerintah pusat dalam memberikan solusi atas permasalahan ini,” ujar Heri.

Penyerapan ayam layer afkir melalui jalur distribusi antardaerah diharapkan dapat memberikan alternatif pemasaran bagi peternak. Terlebih, produksi ayam petelur di sentra-sentra peternakan perlu ditopang dengan tata niaga yang mampu menghubungkan produk dengan konsumen di wilayah lain.

Ketua Koperasi PPRN, Rofi, turut mengapresiasi peran ID FOOD dalam penyerapan ayam afkir petelur. Ia menilai langkah tersebut memberikan solusi bagi peternak karena ayam afkir dapat diserap dengan harga yang dinilai lebih baik dibandingkan harga pasar.

“Terima kasih kepada ID FOOD karena dapat menjadi solusi terhadap permasalahan ini dengan menyerap ayam afkir petelur dengan harga di atas harga pasar,” ujar Rofi.

Namun, menurut Rofi, penguatan kerja sama antarkoperasi tetap diperlukan agar kapasitas dan posisi tawar peternak semakin kuat.

“Kami membenarkan bahwa selama ini posisi tawar koperasi masih rendah dan masih diatur oleh tengkulak. Kerja sama antarkoperasi diperlukan. Chemistry yang sudah ada perlu dijaga,” tambahnya.

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018