Wednesday, 21 October 2026


Bertani Itu Bisnis, Bukan Jalan Hidup! Pesan Tajam Bungaran Saragih untuk Anak Muda

18 Apr 2025, 05:44 WIBEditor : Gesha

Bertani bukan sekadar jalan hidup, tapi bisnis yang menguntungkan! Prof. Bungaran Saragih ajak anak muda ubah cara pandang, jadikan pertanian sektor bisnis modern yang menjanjikan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Bertani bukan sekadar jalan hidup, tapi bisnis yang menguntungkan! Prof. Bungaran Saragih ajak anak muda ubah cara pandang, jadikan pertanian sektor bisnis modern yang menjanjikan.

Mantan Menteri Pertanian RI, Prof. Bungaran Saragih, kembali memberikan pandangannya yang penuh semangat mengenai masa depan dunia pertanian Indonesia.

Dalam sebuah Seminar Nasional bertajuk Revisit Pemikiran Agribisnis sebagai Dasar Strategi Re-Industrialisasi yang berlangsung pada Kamis, 17 April 2025, Bungaran menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap pertanian dari sekadar warisan budaya menjadi sektor bisnis yang menjanjikan.

"Pertanian itu bukan lagi sekadar pandangan hidup, bukan way of life. Ini harus jadi bisnis. Agribisnis,".ujar Bungaran yang dikenal luas sebagai Bapak Agribisnis Indonesia.

Bungaran mengungkapkan bahwa meskipun pertanian memiliki potensi besar, generasi muda sering kali menganggapnya sebagai pekerjaan yang tidak menguntungkan.

Hal ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi agar anak muda bisa kembali tertarik dengan dunia pertanian.

Menurutnya, jika dikelola dengan pendekatan agribisnis yang tepat, sektor pertanian bisa memberikan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan banyak profesi formal lainnya.

Bungaran pun menceritakan pengalaman para mahasiswa yang mempraktikkan agribisnis dan meraih kesuksesan luar biasa.

"Murid-murid saya mulai tanam cabai, bawang, sayuran. Dan hasilnya? Lebih tinggi dari gaji pegawai negeri," kata Bungaran, mengenang pengalaman positif dari para petani muda yang berhasil menggali potensi pertanian.

Salah satu cerita menarik datang dari seorang mahasiswa yang menanam jeruk dan sukses membeli mobil berkat hasil panennya.

"Ada yang bilang, 'Pak, saya tanam jeruk saja di sana, bisa beli mobil.' Nah, itu baru agribisnis." ungkapnya dengan bangga.

Mengubah Pola Pikir Pertanian

Bungaran menegaskan bahwa pola pikir masyarakat, terutama anak muda, harus segera diubah.

Selama ini, pertanian sering dianggap sebagai pekerjaan yang berat dan tidak menguntungkan.

Namun, jika dilihat dari sisi bisnis, pertanian dapat berkembang pesat dan menjadi sektor yang menguntungkan.

"Kita harus ubah cara pikirnya. Kalau ini dilihat sebagai bisnis, kita otomatis bicara soal pasar, untung-rugi, efisiensi, dan inovasi,".jelas Bungaran.

Ia menyebut bahwa pertanian modern, seperti pertanian organik, hidroponik, dan smart farming, merupakan peluang besar bagi anak muda untuk berkarir di bidang ini dengan pendekatan yang lebih kekinian dan menguntungkan.

Peran Pemerintah dan Pendidikan 

Bungaran juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dan institusi pendidikan dalam mempercepat transformasi dunia pertanian menjadi agribisnis yang lebih maju dan kompetitif.

Ia mengingatkan bahwa kurikulum pendidikan pertanian harus tidak hanya mengajarkan cara menanam dan mencangkul, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan manajemen bisnis, pemasaran produk, dan analisis pasar.

"Kalau cuma diajarin cara mencangkul dan menanam tanpa tahu cara menjual dan menghitung margin, ya tetap saja mereka tidak tertarik,"* tambah Bungaran.

Pembekalan ini sangat penting agar generasi muda bisa melihat pertanian sebagai sebuah peluang bisnis yang menguntungkan, bukan sekadar pekerjaan yang penuh dengan kesulitan.

Pemerintah pun diminta untuk membuat kebijakan yang mendukung anak muda agar dapat mengakses informasi dan teknologi terbaru dalam pertanian.

Dengan adanya dukungan dari sektor pendidikan dan kebijakan pemerintah yang mendukung, pertanian Indonesia bisa berkembang menjadi sektor yang lebih maju dan lebih menarik bagi generasi muda.

Di akhir pernyataannya, Bungaran optimistis bahwa masa depan pertanian Indonesia terletak pada tangan generasi muda yang berjiwa pebisnis.

Jika sektor pertanian diposisikan sebagai sektor yang modern dan menguntungkan, maka anak muda akan tertarik untuk terlibat dan mengubah dunia pertanian menjadi lebih berkembang.

"Itulah agribisnis. Dan ke sanalah kita harus bawa pertanian kita,".pungkas Bungaran, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong kemajuan dunia pertanian melalui pendekatan bisnis yang lebih modern dan berorientasi pada pasar.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018