Sunday, 26 June 2022


Penyuluh Pertanian Bekerja Mengawal Teknis Lapangan Program BEKERJA Kementan

13 Jan 2019, 15:31 WIBEditor : Ahmad Soim

Kapusluh Pertanian Siti Munifah menggerakkan PPL untuk mengawal teknis lapangan Program BEKERJA Kementan | Sumber Foto:dok tabloidsinartani.com

Penyuluh tetap mengawal terkait dengan budidaya sehari-hari mulai dari pemberian pakan, antisipasi terhadap serangan penyakit sehingga pada 6 bulan kedepan ayam dapat berproduksi dengan baik.


TABLOIDSINARTANI.COM -  Kementerian Pertanian kembali menyerahkan bantuan Program Bedah kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA). Kali ini bantuan diberikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (11/1). Sekitar 600 ribu ekor ayam kampung petelur diberikan kepada 11 ribu Rumah Tangga Miskin (RTM) di desa tersebut.

Untuk mendukung program  BEKERJA yang di usung Kementerian Pertanian (Kementan) para  penyuluh  mengawal di lapangan.

Mulai dari melakukan verifikasi dengan tim lainnya termasuk tim dinas pertanian serta tim dinas  lainnya terkait Rumah Tangga Miskin (RTM).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, Siti Munifah disela –sela acara.

“Setelah RTM terverifikasi dan ditetapkan sebagai penerima program bekerja, penyuluh tetap harus mengawal bagaimana mereka mempersiapkan perkandangannya, apakah sudah sesuai dengan aturan  sistem budaya ayam? atau belum.  Bila sudah sesuai dengan sistem budidaya ayam yang ada, ayam diserahkan kepada RTM, sampai disini peran penyuluh tidak berhenti," tutur Kapusluh Siti Munifah melanjutkan.

Karena itu,  Penyuluh  tetap mengawal  terkait dengan budidaya sehari-hari  mulai dari pemberian pakan, antisipasi terhadap  serangan penyakit sehingga pada 6 bulan kedepan ayam dapat berproduksi dengan baik.

"Penyuluh diharapkan dapat memberikan saran, contoh dan motivasi kepada masyarakat bagaimana telur-telur yang diproduksi tidak habis dikonsumsi atau dijual semua, tetapi dapat dikembang biakkan lagi melalui ayam betina produktif yang dikawinkan dengan ayam jantan sehingga dapat memperpanjang mata rantai produksi," tambah Siti Munifah.

Di hadapan sejumlah penyuluh, Kapusluh kembali menekankan bahwa Penyuluh sebagai fasilitator program pembangunan pertanian dilapangan.

Sehingga, apapun program Kementerian Pertanian yang di berikan melalui dinas provinsi maupun kabupaten “Wajib hukumnya” bagi penyuluh untuk mengawal tanpa terkecuali. 

"Mengawal tidak hanya melihat dari  jauh tetapi sampai terlibat langsung dalam proses bisnisnya," tegasnya.

BACA JUGA:

> Selama 4 Tahun 385.170 Unit Alsintan Digelontorkan ke Petani

> Menteri Amran Pertanian Alami Transformasi Besar Dalam 4 Tahun

> Inilah hasil program terobosan Kementerian Pertanian dalam 4 Tahun Terakhir

 

Diantaranya, Penyuluh dapat menumbuhkan KUB dari program Bekerja sehingga muncul bisnis-bisnis baru dalam bentuk korporasi yang memiliki bergaining position lebih besar dibanding hanya dikelola dalam Gapoktan.

"Disinilah peran penyuluh kembali diperlukan untuk mencari dan mendorong bibit baru di bidang SDM Pertanian yakni dengan melahirkan pemuda-pemuda kreatif yang mampu untuk mandiri dan berdaya saing mengembangkan pertanian di masa depan. Kita menyebutnya dengan generasi milenial," ungkap Siti Munifah.

Kapusluh juga memotivasi penyuluh agar selalu meningkatkan kinerjanya, mengingat jumlah penyuluh yang semakin sedikit dengan wilayah binaan yang banyak.

Namun, dengan optimisme serta usaha yang kuat dapat diyakinkan penyuluh dapat menjadi garda terdepan pembangunan pertanian dan  selalu menjadi katalisator, fasilitator dan motivator bagi petani.

Reporter : Leli
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018