Wednesday, 21 October 2026


Penyuluhan Menuju Lumbung Pangan Dunia

17 Apr 2021, 11:53 WIBEditor : Ahmad Soim

THL-TBPP Hamdan Tartusi setia melakukan penyuluhan untuk petani

 

Oleh: Entang Sastraatmadja

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Lumbung pangan merupakan lembaga cadangan pangan di daerah perdesaan, berperan dalam mengatasi kerawanan pangan masyarakat.  Lumbung pangan sendiri telah ada sejalan dengan budaya padi dan menjadi bagian dari sistem cadangan pangan masyarakat.

Bangsa ini telah bertekad pada tahun 2045, Indonesia harus menjadi salah satu lumbung pangan dunia. Hal ini bukan hanya sebagai kado ulang tahun 100 tahun Indonesia merdeka, namun bila kita cermati sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kita miliki, maka semangat tersebut dapat diwujudkan. Pertanyaannya adalah apa yang harus disiapkan untuk meraihnya ?

Kalau kita mau jujur, upaya mewujudkan lumbung pangan berkelas dunia, tentu tidak cukup hanya mengumandang lewat jargon atau basa basi politik para pengambil kebijakan. Untuk mengawalinya kita butuh Grand Desain yang jelas dan pasti. Untuk mengukurnya perlu disiapkan Road Map pencapaian nya. Grand Desain dan Road Map ini penting dirumuskan agar arah dan tujuan yang ingin kita raih, akan dapat dinilai perkembangannya.

Penetapan Grand Desain dan Road Map Pencapaian Lumbung Pangan Dunia 2045 ini sangatlah penting untuk kemudian "disimpan" dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang 25 tahunan. Hal ini menghindari "penyakit" pejabat, yang seolah-olah harus ganti kebijakan setiap pergantian pejabat dilakukan.

Artinya, kalau spirit ini telah tertuang dalam RPJP 25 Tahunan, maka siapa pun yang akan dipercaya rakyat untuk menakhkodai bangsa ini, maka diri nya telah terikat untuk menjalankan pesan seperti yang tertuang dalam RPJP itu sendiri. Diri nya tidak boleh lagi memaksakan kehendak nya, dimana setiap ganti Presiden, maka harus merubah kebijakan.

Di sisi lain, tahun 2045 memang masih sekitar 25 tahun ke depan. Kalau setiap 5 tahun kita ganti Presiden, sedikit nya kita akan memiliki 4 orang Presiden. Tapi kalau Presiden nya dipercaya rakyat, sehingga terpilih selama 2 periode, maka kita akan memiliki 2 orang Presiden. Yang harus diingat, siapa pun yang akan menjadi Presiden, diri nya harus taat asas kepada amanat yang tertuang dalam RPJP 25 Tahunannya itu.

Hal lain yang tidak kalah menariknya untuk dijadikan bahan pencermatan kita bersama adalah terkait dengan politik anggaran yang harus disiapkan secara serius. Siapa pun Presidennya, bila kita telah berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan dunia pada tahun 2045, maka dukungan anggaran yang akan diberikan, tentu harus menopang ke arah pencapaian cita-cita diatas.

BACA JUGA:

Politik anggaran, baik APBN mau pun APBD tentu harus memberi porsi yang wajar dan pantas. Tidak boleh lagi, para birokrat yang tergabung dalam TAPD dan para Wakil Rakyat yang tergabung dalam Badan Anggaran, hanya berpikir masing-masing. Keduanya harus memiliki mind-set yang sama terhadap semangat pencapaian salah satu lumbung pangan dunia ini.

Begitu pun dengan dunia usaha. Mereka harus diajak untuk memberi dukungan penuh lewat karya-karya yang mendukung ke arah pencapaian lumbung pangan dunia 2045. Hal ini penting dicatat, karena sangat tidak mungkin, jika pencapaian nya hanya dilakukan oleh Pemerintah saja. Kolaborasi antara Pemerintah dengan dunia usaha, bukan hanya terkait dengan teknis pelaksanaan saja, namun yang lebih penting lagi terkait dengan skema penganggarannya.

Selain itu, kalangan akademisi tetap dituntut untuk memberi pemikiran-pemikiran terbaik nya dalam menyusun Grand Desain dan Road Map nya. Akhir nya kelompok komunitas, organisasi profesi, organisasi petani, LSM, media massa dan lain sebagainya perlu disiapkan untuk secara bersama-sama mendukung semangat perwujudan lumbung pangan dunia 2045 ini.

Atas dasar hal yang demikian, dimana banyak pihak yang menyebut nya sebagai gerakan penta helix, tentu yang namanya prinsip "penyuluhan" tidak boleh diabaikan. Sebagai pendidikan non formal, penyuluhan tetap memiliki peran untuk membangun mind-set para petani agar selalu peka terhadap perubahan lingkungan strategis yang ada di sekitarnya. 

Penyuluhan juga mengajari petani untuk selalu memahami pergeseran isyarat jaman yang kini berubah dengan cepat. Termasuk di dalam nya soal Pertanian 4.0. Mengingat spirit penyuluhan adalah merubah sikap, tindakan dan pengetahuan para petani beserta keluarga nya, maka kemauan politik untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, jelas harus dipahami dengan pasti oleh para penyuluh dan petani itu sendiri.

Para penyuluh sudah sepatut nya dilibatkan secara aktif sejak perumusan Grand Desain dan Road Map Pencapaian Indonesia sebagai Salah Satu Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045 disiapkan. Penyuluh harus paham betul apa yang disebut dengan lumbung pangan dunia dan bagaimana cara untuk meraih nya. Pengenalan ini perlu agar para penyuluh tahu persis materi-materi apa saja yang harus disampaikan kepada para petani.

Selain itu, dalam penyusunan Programa Penyuluhan, sebaik nya para penyusun materi, sejak dini telah memasukan materi Penyuluhan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 sebagai target yang harus diwujudkan. Kunci lumbung pangan adalah ketersediaan yang dibuktikan lewat cadangan pangan yang kokoh. Untuk menggapai nya, dibutuhkan upaya peningkatan produksi seoptimal mungkin menuju swasembada.

Kompetensi penyuluh di lapangan sudah tidak perlu diragukan dalam memberi materi terkait dengan langkah-langkah peningkatan produksi. Justru yang harus jadi pemikiran selanjut nya adalah bagaimana kesiapan kita untuk menyimpan hasil produksi dalam tempat penyimpanan yang layak dan memadai.

Selama ini, kita memang lemah dalam teknologi penyimpanan bahan pangan. Itu sebab nya, soal ini pantas dirancang dengan serius, sekaligus juga sebagai materi pokok dalam Programa Penyuluhan.

(PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT)

   ===

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018