Tuesday, 14 July 2020


Re-Organisasi Poktan Membawa Darah Segar dan Semangat Baru

29 Jun 2020, 13:50 WIBEditor : Gesha

Re-organisasi Poktan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Pendampingan yang intens dari Penyuluh akan memacu kreativitas dan inovasi petani untuk terus berupaya memperbaiki usaha taninya. Hal ini sangat nampak pada aktivitas Kelompoktani Srimulyo Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. 

Berawal dari upaya penyuluh wilbin Ngenep, Arisa Firdaus, SP yang melakukan re-organisasi kelompok tani yang suda lama mati suri ini.

Pembenahan diawali dengan menyusun AD ART kelompok tani bersama seluruh anggota sebagai “rel” jalannya organisasi. Aturan yang diatur bersama akan lebih mengikat semua unsur yang ada dalam kelompok, baik pengurus maupun anggota.

Struktur organisasi yang baru serasa menjadi darah segar yang disuntikkan, membawa banyak perubahan dinamika dalam kelompok ini. Pemilihan pengurus yang tepat, yang mampu merangkul semua anggota untuk turut aktif bersama dalam kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan. Pandemi Covid 19 tidak menjadi halangan untuk tetap beraktivitas dan memantau kondisi tanaman yang dibudidayakan.

Kebersamaan yang digaungkan oleh pengurus kelompok tani mampu menumbuhkan kepercayaan anggota akan kesungguhan pengurus dalam mengelola kelompoknya.

Dengan menerapkan iuran setelah panen banyak sekali manfaat baik yang dirasakan oleh anggota, seperti penataan pola tanam dan pengairan, pengamatan dan pengendalian OPT secara bersama, serta mengupayakan inovasi-inovasi teknologi baru untuk menekan biaya produksi.

Di tangan pengurus yang amanah, iuran yang tak besar itu mampu memberi banyak kegiatan yang bermanfaat bagi anggota. “Masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan ingin dikembangkan di kelompok tani ini," tutur Ketua Kelompok tani Srimulyo. H. Khamid.

Pondok Tani

Pertemuan rutin yang sejatinya dijadwalkan tiap bulan sekali bisa menjadi lebih sering sesuai kebutuhan. Namun dengan adanya pandemi ini dihindari pertemuan-pertemuan dalam ruang tertutup.

Musyawarah kelompok dilakukan di pondok yang sempit di sekitar lahan. “Kami berusaha menyisihkan dari iuran anggota setelah digunakan untuk membayar waker dan lain-lain, untuk membangun pondok pertemuan yang lebih layak," ujar H. Khamid.

Melalui hasil musyawarah bersama, disepakati peletakan batu pertama pembangunan Pondok Rembuk Tani kelompok tani Srimulyo yang dihadiri oleh Kasie SDM Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Kepala Desa Ngenep, Babinsa Ngenep, Mantri Tani serta semua Penyuluh Kecamatan Karangploso.

Pada kesempatan tersebut Kepala Desa Ngenep, Suwardi mengamanahkan agar tanah kas desa yang ada di wilayah tersebut dimanfaatkan bersama untuk kegiatan kelompok tani. Dirinya berharap semangat yang dimiliki kelompok tani bisa menjadi contoh bagi kelompok tani-kelompok tani yang lain di desa tersebut.

Ditegaskan oleh Kasie SDM DTPHP Kabupaten Malang, Kasturi Mardi, Dinas sangat mengapresiasi kegiatan di kelompoktani ini dan akan mensupport kebutuhan kelompok asal diusulkan dalam bentuk proposal pengajuan melalui prosedur yang telah ditetapkan.

 

Reporter : Chriesna C. Radtra
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018