Thursday, 06 August 2020


Pengumuman untuk Maba PEPI, Siap-Siap Tes CAT Virtual !

02 Jul 2020, 19:07 WIBEditor : Gesha

Salah satu mahasiswa PEPI dalam ujicoba alat | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Serpong --- Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2020 dilakukan kedua kalinya untuk Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI). Uniknya, CAT Online kali ini dilaksanakan secara Virtual.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pertanian melalui Pendidikan Tinggi Vokasi dengan mempersiapkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing serta berjiwa enterpreneur. 

Sebagai Politeknik termuda, tahun ini  Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) memasuki penerimaan mahasiswa baru (PMB) ke-2 tahun ini. Terobosan pun dilakukan dalam menjaring calon mahasiswa di tengah pandemi covid 19 yang belum berakhir. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, ujian Computer Assisted Test (CAT)  pun akan dilakukan secara virtual. 

Direktur PEPI, Mardison menyatakan bahwa  PMB PEPI tahun 2019 yang lalu diselenggarakan di Polbangtan Bogor dan tahun ini PMB diselenggarakan secara virtual. "Calon Mahasiswa Baru (camaba) tetap mengikuti ujian yang dilakukan secara online dan virtual kediaman masing masing," tuturnya 

Mardison menjelaskan mekanisme PMB PEPI  dilakanakan  melalui 5 jalur yakni tugas belajar, undangan, kerjasama, umum serta Prestasi, Olahraga, Seni, Keilmuan dan Minat (POSKM). Antusiasme dari pendaftar sangat tinggi, untuk jalur umum saja tercatat lebih dari 250 pendaftar.

"Setelah melalui proses seleksi didapatkan 145 calon mahasiswa baru yang nantinya akan mengikuti ujian CAT secara online melalui aplikasi zoom dari daerah asal masing-masing pada tanggal 4 Juli 2020," ungkap Mardison.

Selain mencetak wirausahawan muda di bidang pertanian, PEPI mengemban tugas untuk menghasilkan tenaga ahli bidang mekanisasi pertanian, tenaga ahli  bidang teknologi hasil pertanian dan tata air pertanian, praktisi agribisnis, pelaku usaha pertanian, teknisi dan maintenance alat dan mesin pertanian.

Untuk itu PEPI menyertakan persyaratak fisik tinggi badan minimal 160 cm bagi calon mahasiswa baru putri dan minimal 165 cm bagi calon mahasiswa baru putra selain surat keterangan sehat.

“Kami membutuhkan mahasiswa yang kuat secara fisik karena mereka nantinya akan mengoperasikan alat dan mesin pertanian. Tak hanya itu alhamdulillah tahun ini pendaftar PEPI berasal dari seluruh Indonesia tak hanya seputaran pulau Jawa. Ada pendaftar dari Aceh dan Papua, seperti namanya Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia, maka mahasiswanya pun harus dari Sabang sampai Merauke," tambah Mardison. 

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi menuturkan pembangunan SDM menjadi salah satu program prioritas Kementan dan ini menjadi tanggung jawab BPPSDMP sepenuhnya.

“Kementan fokus mempercepat regenerasi petani ini, salah satunya melalui pendidikan vokasi. Dari pendidikan vokasi ini akan mendorong lahirnya petani milenial yang entrepreneurship. Kementan juga memiliki sejumlah Politeknik pertanian yang bisa mencetak para alumni yang nantinya  akan menjadi job seeker maupun job creator. Tak hanya menjadi pekerja, kita siapkan generasi milenial yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri," jelas Prof Dedi dalam setiap kesempatan.

Pernyataan Kepala BPPSDMP sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa saat ini pendidikan vokasi menjadi jawaban atas segala perubahan yang terjadi.

Saat ini pendidikan diharapkan teoritis semata,  tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam pendekatan intelektual tetapi juga sekaligus menyatukan sistem intelektual dengan manajemen orientasi seperti lapangan, dan praktis. Dengan semua pendekatan yang diberikan dari pendidikan vokasi ini SYL yakin pertanian Indonesia akan jauh lebih maju dari negara lainnya.

“Pertanian di Indonesia menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Sebab, sebagai negara tropis, pertanian Indonesia memiliki komoditas yang tidak dimiliki negara lain," tegas Mentan Syahrul.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018