Saturday, 15 August 2020


Angin Segar, Banyuasin Bakal Rekrut Honorer PPL Tahun 2021

02 Jul 2020, 19:54 WIBEditor : Gesha

Penyuluh pertanian masih dibutuhkan | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang -- Rencana Bupati Banyuasin, Askolani yang ingin membuka pendaftaran tenaga honor penyuluh pertanian lapangan (PPL) tahun 2021 bagi lulusan sarjana pertanian dan lulusan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) disambut baik oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru. Bahkan siap memfasilitasi pembiayaan di tahun 2021 mendatang.

Didampingi Sekda M Senen Har, Kadis Pertanian Zainudin dan Direktur PDAM Tirta Betuah Sri Hartati, Bupati Askolani menemui Gubernur Sumsel Herman Deru yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuasin, Rabu (01/7).

"Banyuasin kekurangan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dimana saat ini jumlahnya sekitar 100 orang PPL, dan ini perlu ditambah untuk mengedukasi para petani dalam meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Banyuasin," jelas Bupati Banyuasin, Askolani.

Karena itu, Bupati Askolani berinisiatif untuk membuka pendaftaran tenaga honor penyuluh pertanian lapangan (PPL) tahun 2021 bagi lulusan sarjana pertanian dan lulusan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). 

Jumlahnya mencapai ribuan PPL yang nantinya akan ditempatkan di Kabupaten Banyuasin dan sejumlah daerah di Sumatera Selatan yang memiliki potensi tanaman pangan.

Rencana ini atas inisiasi Bupati Banyuasin mendapat dukungan positif dari Gubernur Sumsel Herman Deru. Bahkan Gubenur Herman Deru siap memfasilitasi dan membiayai penerimaan PPL tersebut di tahun anggaran 2021.

Diakui Gubernur Herman Deru, Keberadaan PPL ini sangat penting dalam mendampingi para petani. "Jadi penerimaan PPL ini inisiasi pak Bupati Banyuasin, dan saya sebagai Gubernur sangat mendukung. Nanti tahun 2021 Pemprov yang akan anggarkan. Kita utamakan putra daerah yang berdomisili di wilayah Banyuasin dan daerah lain yang membutuhkan," tandasnya. 

Penghasil Beras

Bupati Askolani juga menceritakan bahwa Kabupaten Banyuasin ditetapkan Kementerian Pertanian sebagai daerah penghasil beras terbesar ke 4 nasional dengan keberhasilan program SERASI yang mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif.

Untuk diketahui, Kabupaten Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton. Banyuasin pun bertekad mewujudkan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk optimalisasi lahan rawa untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Potensi pertanian Banyuasin masih bisa ditingkatkan lagi, areal rawa di Banyuasin masih banyak yang belum digarap maksimal dan ini bisa menjadi lahan sawah baru dan areal sawah lebak masih bisa dioptimalkan lagi seperti di Rantau Bayur, Rambutan dan Kecamatan lainnya. Begitu juga dengan panen masih bisa ditingkatkan menjadi tiga kali setahun, dimana saat ini baru sebagian yang tiga kali panen, namun sebagian besar sudah dua kali panen terutama di kawasan Jalur," bebernya.

Namun, ada beberapa persoalan yang dihadapi. Mulai dari saluran primer dan sekunder yang  yang dangkal sehingga mengganggu pengairan areal persawahan.

"Pemkab Banyuasin sendiri tidak bisa menormalisasi karena ini menjadi kewenangan Kementerian PUPR, begitu juga alat Ekskavator yang jumlahnya cukup banyak tidak bisa digunakan oleh Pemkab Banyuasin karena terkendala regulasi. Padahal kami butuh penanganan segera dalam upaya meningkatkan produksi pertanian," jelasnya.

Kemudian,  pupuk juga menjadi persoalan karena sering terlambat datang bahkan tidak ada sehingga menyulitkan para petani. Padahal pupuk ini sangat penting sekali. 

"Kalau persoalan ini bisa diatasi pak Gubernur, kami berkenyakinan Kabupaten Banyuasin bisa memproduksi beras lebih banyak lagi, bahkan bisa di nomor urut 1 atau 2 Nasional. Karena lahan kita masih luas, dan waktu panen bisa sampai tiga kali, " katanya optimis.

Gubernur Herman Deru menyatakan rasa bangga dengan Kabupaten Banyuasin yang menjadi daerah penghasil beras terbesar no 4 secara nasional. 

"Saya bangga dan sangat mengapresiasi kerja Pak Bupati dan jajaran. Para penyuluh pertanian Dan kepada petani. Sehingga Banyuasin bisa menjadi daerah di Sumsel sebagai daerah penghasil beras no 4 nasional. Kalau belum maksimal, jangan kecewa tapi jadi cemeti kita untuk terus melakukan yang terbaik," kata Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini.

Untuk normalisasi saluran Primer dan Sekunder, akan segera di koordinasikan dengan Kementerian PUPR termasuk dalam pemakaian alat berat yang sudah tersedia.

"Saya minta pak Kadis Pertanian Sumsel pelajari regulasinya, begitu juga dalam pengoperasian alat berat, kalau tidak melanggar saya kira beri mandat saja ke Pemkab Banyuasin. Untuk normalisasi saluran memang tidak bisa apalagi menggunakan anggaran APBD itu ngak bisa karena ini menjadi kewenangan Pusat. Namun solusi dari saya para Gapoktan bisa melakukan dengan catatan mereka swadaya karena pembiayaan dari APBD tidak diperbolehkan," katanya. 

Selanjutnya Herman Deru menegaskan bahwa kuota pupuk menjadi tanggung jawab Gubernur namun distribusinya menjadi  tanggung jawab distributor. Gubernur meminta disiapkan kebijakan pengalihan daerah lain yang kuota pupuknya tidak optimal ke Banyuasin.

 

Reporter : SN/IB
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018