Thursday, 16 July 2026


Tak Hanya Belajar Bertani! Mahasiswa Polbangtan Gowa Dibekali Jurus Lawan Narkoba dan Judi Online

08 Jul 2026, 07:49 WIBEditor : Gesha

Tak hanya belajar bertani, mahasiswa Polbangtan Gowa dibekali strategi melawan narkoba dan judi online demi mencetak generasi berkarakter.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa – Tak hanya belajar bertani, mahasiswa Polbangtan Gowa dibekali strategi melawan narkoba dan judi online demi mencetak generasi berkarakter.

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa tak hanya dibekali keterampilan teknis di bidang pertanian. 

Kampus vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) itu juga memperkuat karakter mahasiswanya melalui edukasi pencegahan narkoba dan judi online sebagai bekal menghadapi tantangan era digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum Spesial dalam rangka Semarak Dies Natalis ke-8 Polbangtan Gowa yang mengangkat tema "Mahasiswa sebagai Benteng Bangsa: Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Narkoba dan Judi Online". 

Kegiatan yang digelar di Aula Syekh Yusuf Polbangtan Gowa pada Kamis (2/7) itu menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan sekaligus benteng moral di tengah meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkoba dan maraknya judi online.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa mahasiswa merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan Indonesia. 

Menurutnya, ancaman narkoba dan judi online tidak lagi menjadi persoalan individu, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan ketahanan nasional.

"Mahasiswa harus menjadi benteng bangsa dengan mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan narkoba dan judi online. Jadilah pelopor gaya hidup sehat, bijak memanfaatkan teknologi digital, berani menolak narkoba, serta tidak terjerumus dalam praktik judi online. Edukasi kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan sosial," tegas Amran.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan semangat pengabdian sebagai modal utama dalam membangun Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat menuju visi Indonesia Emas 2045.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. 

Mereka juga harus dibekali karakter yang kuat, integritas tinggi, serta kemampuan berpikir kritis agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Menurut Arsanti, lingkungan pendidikan vokasi pertanian memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkarakter.

"Di lingkungan pendidikan vokasi pertanian, kami terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperkuat karakter, serta memanfaatkan teknologi secara bijak guna mendukung inovasi dan pembangunan sektor pertanian. Generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan moral menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan bahwa kampus harus menjadi benteng moral dalam menghadapi berbagai penyimpangan sosial.

Menurutnya, pembangunan sektor pertanian harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter mahasiswa.

"Semangat membangun negeri melalui sektor pertanian harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter agar lahir generasi muda yang adaptif, inovatif, dan bertanggung jawab," katanya.

Dalam kuliah umum tersebut, Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Satgas Anti Narkoba Nasional, A. Amar Ma'ruf Sulaiman, hadir sebagai narasumber utama. 

Ia memaparkan berbagai dampak negatif penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online, mulai dari gangguan kesehatan, kerusakan kehidupan sosial, persoalan ekonomi, hingga ancaman sanksi hukum bagi para pelakunya.

Amar juga menjelaskan upaya pemerintah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum dalam memperkuat pengawasan serta memberantas peredaran narkoba dan praktik judi online di Indonesia.

Kuliah umum dibuka oleh Wakil Direktur III Polbangtan Gowa, Kisman Awaluddin Arsyad. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sebagai kampus vokasi, Polbangtan Gowa tidak hanya fokus mencetak lulusan yang menguasai teknologi dan inovasi pertanian, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, integritas, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial.

Ia berharap lulusan Polbangtan Gowa mampu menjadi tenaga profesional di sektor pertanian sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polbangtan Gowa kembali menegaskan komitmennya mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten di bidang pertanian, tetapi juga tangguh menghadapi ancaman sosial di era digital. 

Dengan semangat "Dari Kampus untuk Negeri", mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian sekaligus benteng bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018