Saturday, 05 September 2026


324 Maba Polbangtan Dikukuhkan, Pesan Tegas Kampus: Narkoba, Judol, dan Kekerasan Dilarang

02 Sep 2026, 06:16 WIBEditor : Gesha

Sebanyak 324 mahasiswa baru Polbangtan Kementan Gowa resmi dikukuhkan. Kampus menegaskan larangan keras narkoba, judi online, dan kekerasan di kampus.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa – Sebanyak 324 mahasiswa baru Polbangtan Kementan Gowa resmi dikukuhkan. Kampus menegaskan larangan keras narkoba, judi online, dan kekerasan di kampus.

Sebanyak 324 mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa resmi dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar kampus vokasi pertanian Kementerian Pertanian (Kementan). 

Dalam momentum tersebut, kampus menyampaikan pesan tegas kepada mahasiswa baru agar menjauhi narkoba, judi online, dan segala bentuk kekerasan.

Pengukuhan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 itu berlangsung di Kampus II Polbangtan Gowa, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026).

Sebanyak 324 mahasiswa tersebut akan menjalani pendidikan vokasi selama tiga hingga empat tahun sesuai program studi masing-masing. 

Mereka terdiri atas 113 mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), 111 mahasiswa Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), 56 mahasiswa Budidaya Tanaman Hortikultura, serta 44 mahasiswa Budidaya Ternak.

Pengukuhan ini menjadi awal perjalanan para mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan sekaligus pembentukan karakter sebagai calon sumber daya manusia pertanian.

Kementan menempatkan pendidikan vokasi sebagai bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu melanjutkan pembangunan sektor pertanian dan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan mahasiswa Polbangtan merupakan generasi yang dipersiapkan untuk meneruskan estafet pembangunan sektor pangan.

"Pertanian Indonesia membutuhkan generasi muda yang tangguh, inovatif, dan berani mengambil peran. Kalian adalah calon pemimpin sektor pangan di masa depan,” ujar Amran.

Menurutnya, kesempatan belajar di Polbangtan harus dimanfaatkan mahasiswa untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan kreativitas. 

Pendidikan vokasi juga diharapkan tidak sekadar menghasilkan lulusan yang siap masuk dunia kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan usaha dan menjadi agen perubahan di daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, mengingatkan mahasiswa baru mengenai tantangan pertanian yang semakin kompleks.

Mahasiswa akan berhadapan dengan sejumlah isu strategis, mulai dari ketahanan pangan, digitalisasi pertanian hingga perubahan iklim.

“Ke depan, kalian akan berhadapan dengan isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, digitalisasi pertanian, dan perubahan iklim. Bekali diri dengan kemampuan adaptif dan inovatif,” tuturnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan, Muhammad Amin, menambahkan bahwa pengukuhan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyiapkan SDM pertanian unggul untuk mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.

Namun, kemampuan akademik bukan satu-satunya bekal yang ditekankan kepada mahasiswa. 

Polbangtan Gowa juga menempatkan pembentukan karakter, kedisiplinan, integritas, dan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman sebagai bagian penting selama proses pendidikan.

Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawangsa, menyampaikan hal tersebut di hadapan mahasiswa baru dan orang tua.

Ia menegaskan pendidikan di Polbangtan diarahkan untuk membentuk lulusan yang mandiri, berintegritas, memiliki jiwa kewirausahaan, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian.

Sebelum dikukuhkan, para mahasiswa baru telah mengikuti Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (MABIDAMA). 

Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pengenalan kehidupan kampus sekaligus pembentukan kedisiplinan dan karakter.

Dalam MABIDAMA, mahasiswa mendapatkan pembinaan bela negara, penumbuhan minat kewirausahaan, hingga pengenalan sejumlah program strategis Kementan.

Di tengah proses tersebut, Polbangtan Gowa memberikan penekanan khusus terkait sejumlah perilaku yang dilarang keras di lingkungan kampus.

Ismaya menegaskan kampus menerapkan prinsip zero tolerance terhadap narkoba, judi online, dan kekerasan.

“Anak-anakku mahasiswa, jangan narkoba—kita tutup pintu untuk mahasiswa yang terlibat narkoba. Kemudian jangan judi online—kita tutup buku untuk mahasiswa yang judi online, serta jangan ada kekerasan,” tegas Ismaya.

Menurut Ismaya, mahasiswa tetap memiliki ruang luas untuk mengembangkan diri, mengikuti berbagai kegiatan positif, mengejar prestasi, serta mengasah potensi masing-masing.

Namun, kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di lingkungan kampus.

“Silakan mengembangkan diri dan berprestasi mengharumkan nama kampus tercinta dan berkontribusi untuk pertanian Indonesia,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam pengukuhan 324 mahasiswa baru Polbangtan Gowa. 

Kampus ingin memastikan proses pendidikan tidak hanya melahirkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter dan integritas.

Dengan bekal pendidikan vokasi, para mahasiswa diharapkan nantinya mampu mengisi berbagai peran dalam sektor pertanian, mulai dari tenaga profesional, penyuluh, wirausahawan muda, hingga pelaku pembangunan pertanian di daerah.

Pengukuhan itu pun menjadi titik awal bagi 324 mahasiswa baru untuk menempuh perjalanan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan pembangunan pertanian Indonesia.

Di sisi lain, ketegasan terhadap narkoba, judi online, dan kekerasan menjadi bagian dari upaya Polbangtan Gowa menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, disiplin, dan mendukung mahasiswa untuk berkembang secara positif.

Reporter : Muzakir
Sumber : Polbangtan Gowa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018