
Sebanyak 35 lulusan Polbangtan Bogor resmi disumpah menjadi paramedik veteriner profesional, siap memperkuat kesehatan hewan Indonesia.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Sebanyak 35 lulusan Polbangtan Bogor resmi disumpah menjadi paramedik veteriner profesional, siap memperkuat kesehatan hewan Indonesia.
Sebanyak 35 lulusan Program Studi Kesehatan Hewan, Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor resmi menyandang profesi sebagai Ahli Madya Paramedik Veteriner setelah mengikuti Pengambilan Sumpah Profesi dan Janji Paramedik Veteriner.
Prosesi yang digelar di Aula Polbangtan Bogor, Selasa (7/7), menjadi momentum penting bagi para lulusan sebelum terjun langsung ke dunia kerja.
Dengan pengucapan sumpah profesi tersebut, mereka menyatakan kesiapan menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta berpegang pada kode etik dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan.
Tak sekadar seremoni kelulusan, sumpah profesi ini menjadi gerbang awal bagi para lulusan untuk ikut mengambil peran dalam menjaga sektor peternakan nasional.
Mereka diproyeksikan menjadi tenaga terampil yang mendukung pengendalian penyakit hewan, peningkatan produktivitas peternakan, hingga menjaga keamanan pangan asal hewan.
Pendidikan vokasi pertanian yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) memang diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya mencetak generasi muda pertanian yang memiliki kompetensi dan pengalaman praktik.
“Kita membutuhkan SDM pertanian yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan dan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda pertanian yang profesional dan berdaya saing,” ujar Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja melalui pembelajaran yang aplikatif.
Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi pertanian harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor pertanian, termasuk subsektor peternakan dan kesehatan hewan.
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto menyampaikan bahwa pengambilan sumpah profesi menjadi momentum bagi lulusan untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama masa pendidikan.
“Kinerja alumni akan terukur, karena ini merupakan satu langkah menuju dunia kerja semestinya. Tetaplah menjadi orang baik, semoga apapun peran kalian di masyarakat nantinya memiliki manfaat kebaikan sehingga dicari orang,” ujar Yoyon.
Ia berharap para lulusan paramedik veteriner dapat segera berkontribusi di bidangnya dan menjadi tenaga profesional yang dibutuhkan masyarakat.
Menurut Yoyon, tantangan sektor peternakan ke depan semakin kompleks.
Mulai dari pengendalian penyakit hewan, peningkatan kesejahteraan hewan, hingga menjaga kualitas produk pangan asal hewan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab tinggi.
Dalam prosesi tersebut, seluruh peserta mengucapkan sumpah profesi sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan amanah sesuai standar kompetensi paramedik veteriner.
Dengan bekal pendidikan vokasi, para lulusan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung kesehatan hewan di Indonesia.
Peran mereka dinilai strategis, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit hewan yang dapat berdampak pada ekonomi peternak maupun kesehatan masyarakat.
Selain itu, tenaga paramedik veteriner juga memiliki kontribusi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengawasan kesehatan ternak dan keamanan produk pangan asal hewan.
Pengambilan sumpah profesi ini sekaligus memperkuat komitmen Polbangtan Bogor dalam mencetak lulusan pertanian yang profesional, adaptif, dan siap masuk ke dunia kerja.
Melalui pendidikan yang menggabungkan teori, praktik lapangan, serta pembentukan karakter, Polbangtan Bogor terus mendorong lahirnya generasi muda pertanian yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor peternakan Indonesia.