Thursday, 06 August 2020


Agatha Virdhi Saputra, Bawa Olahan Jamur ke Dunia Internasional

22 Jul 2020, 12:10 WIBEditor : Gesha

Agatha Virdhi Saputra | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kesadaran masyarakat luar negeri atas kesehatan yang tinggi membuat Milenial asal Jember, Jawa Timur bernama Agatha Virdhi Saputra ini membawa penyedap rasa non MSG dari jamur ke dunia internasional.

"Awalnya saya melihat usaha orang tua saya, bapak saya petani jamur sekaligus pengusaha katering, dan bikin- masakan jamur mulai dari martabak jamur hingga sate jamur," kata Agatha.

Pria lulusan Institut  Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Jember ini melihat ada peluang lain yang menggiurkan dari sekedar membuat olahan makanan. Kreativitas inilah yang membuatnya bisa membukukan puluhan juta per bulannya.

Dirinya berhasil memanfaatkan jamur tiram untuk dijadikan penyedap rasa alami dan teh, hingga sekarang ini dia bisa mengantongi omzet Rp 30-40 juta per bulan.

"Saya sempat rintis produk puding jamur tapi gagal juga. Tapi saya terus coba kembangkan jamur ini ke healthy food. Sampai akhirnya tercipta penyedap rasa alami tanpa bahan kimia dari jamur sampai teh jamur," ungkapnya.

Agatha mengungkapkan, kedua produknya tersebut ia pasarkan pelanggan katering ayahnya, dan terus berkembang ke rumah makan dan toko-toko makanan di Jember, Jawa Timur.

"Sekarang rumah-rumah makan dan toko-toko di Jember beli penyedap alami buatan saya dengan mana MyCo. Semua beralih dari produk impor ke produk saya. Kita juga ada komunitas vegetarian juga menggunakan penyedap jamur saya. Sekarangi ini jamur penyedap saya banyak tersebar di supermarket dan warung di Jember," ungkapnya.

Saat ini Agatha sudah memiliki usaha resmi dengan nama CV. Agatha Pratama Food & Marketing. Usahanya ini semuanya inovasi dari jamur tiram.

Untuk teh dari jamur, ia jual Rp 115.000 untuk ukuran 150 gram, sedangkan satu kemasan penyedap rasa alami dari jamur tiram dia jual Rp 100.000. Dirinya juga membuat penyedap rasa dengan ukuran 30 gram dengan harga Rp 25 ribu.

"Saya bisa jual penyedap rasa sekitar 500 botol. Sekarang omzet saya Rp 30-40 juta per bulan. Target saya sekarangi ini bagaimana produk jamur ini bisa tembus pasar ekspor, seperti Singapura," tuturnya.

Kopi Jamur

Selain olahan penyedap rasa, Imyco dari Agatha juga membuat kopi jamur (coffee mushroom) yang merupakan produk Instan Bubuk Kopi murni dan ekstrak jamur yang dibuat dari bahan alami tanpa menggunakan bahan pengawet, senyawa kimia pangan dan tanpa perisa. 

Kopi jamur bisa jadi alternatif baru minuman sehat bagi para penggemar kopi. Minuman ini diproduksi untuk memudahkan konsumen mengonsumsi minuman sehat yang berkhasiat.

Agatha menggunakan jenis jamur lingzhi dengan kopi single origin khas Indonesia sehingga menghasilkan pengalaman minum kopi yang sekaligus bisa mengenyangkan dari nutrisi superfood ekstrak jamur. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018