Wednesday, 11 March 2026


Nahkodai KAPGAMA, Achmad Dawami: Kelihatan Ringan, Maknanya Besar

19 Sep 2025, 10:25 WIBEditor : Yulianto

Achmad Dawami resmi menjadi nahkoda Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (KAPGAMA) masa bakti 2024-2029.

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangsel--- Achmad Dawami resmi menjadi nahkoda Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (KAPGAMA) masa bakti 2024-2029. Pelantikan pengurus baru berlangsung di sela-sela pameran internasional ILDEX 2025 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (17/9).

Momen ini menjadi ajang penting bagi alumni Fakultas Peternakan UGM untuk memperkuat sinergi dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor peternakan nasional. “Ini merupakan tugas yang kelihatannya ringan, tapi maknanya sangat sangat besar,” ujar Dawami saat memberikan sambutan usai menerima amanah sebagai Ketua KAPGAMA.

Dirinya mengaku baru menyadari beberapa tahun terakhir ini, ternyata peternakan berperan besar sekali terhadap pertumbuhan dan kecerdasan bangsa. Karena itu tak heran, pemerintah menjadikan MBG (Makan Bergizi Gratis) menjadi program prioritas, bahkan anggarannya luar biasa besar.

“Apa tujuannya? Untuk meningkatkan konsumsi protein, khususnya hewani demi kecerdasan bangsa,” ujar Dawami. Sebelumnya, sektor peternakan di pandang sebelah mata. Tapi kali ini dunia peternakan patut bersyukur saat ini telah menjadi prioritas dan mempunyai peran besar bagi negara.

“Saya kebetulan berkiprah di perunggasan. Dari bidang ini saja, takeover dalam satu tahun tidak kurang dari Rp 700 triliun rupiah dan melibatkan puluhan juta tenaga kerja yang terafiliasi di dalamnya,” tuturnya.

Karena peternakan telah menjadi sorotan pemerintah, Dawami  mengaku, menjadi tugas berat bagi semua pengurus KAPGAMA. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pengurus. Mari kita jangan bosan berdiskusi dan berkonsultasi dengan pengurus Kagama, yang orang-orang besar semua dan apa yang bisa kita perbuat untuk memajukan peternakan dan berkontribusi pada negara,” ungkapnya.

Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Peternakan UGM menyampaikan ucapan apresiasi kepada seluruh pengurus. Menurutnya momentum ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara alumni dan institusi, serta memperluas kontribusi alumni dalam pembangunan nasional khususnya di sektor peternakan dan pangan.

Budi mengingatkan, KAPGAMA tidak hanya mencakup lulusan S1 semata, melainkan juga lulusan jenjang lain, seperti S2 dan S3. Saat ini alumni S1 Fakultas Peternakan UGM tercatat 6.903 orang, sementara alumni S2 berjumlah 1.046, alumni S3 sebanyak 167, serta alumni Insinyur Peternakan mencapai 836 orang.

“Kalau dibandingkan dengan kampus lain, jumlah ini sebenarnya masih relatif kecil. Misalnya di Universitas Brawijaya yang satu angkatan bisa mencapai 800-an. Namun demikian Fapet UGM selalu berkomitmen menjaga mutu pendidikan dan menomorsatukan kualitas,” ujarnya.

Menurutnya, alumni Fakultas Peternakan UGM telah berperan besar, tidak hanya sebagai praktisi dan akademisi, tetapi juga inovator yang mampu menjawab tantangan global. Keterlibatan alumni dari berbagai jenjang pendidikan disebut menjadi kekuatan kolektif yang strategis bagi pembangunan peternakan nasional.

Kolaborasi Dukung Swasembada

Sementara itu, Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tri Melasari mengajak pengurus baru KAPGAMA untuk berkolaborasi dalam mendukung program swasembada daging dan susu nasional. Pelantikan pengurus ini juga menjadi momentum dan peluang penting bagi Ditjen PKH dan KAPGAMA untuk bekerja sama dan saling mendukung dalam bidang peternakan.

Ia mengakui, untuk menuju swasembada, terutama daging sapi dan susu tantangannya sangat besar. Apalagi kemudian ada program makan bergizi, sehingga menuntut pemenuhan kebutuhannya. “Meskipun untuk ayam dan telur kita sudah sesuai swasembada, tetapi kalau kita hitung kebutuhan makan bergizi, tetap harus ada upaya-upaya yang terus kita lakukan,” tambahnya.

Tri Melasari berharap melalui kolaborasi yang terjalin, target swasembada protein hewani dapat tercapai sekaligus mendukung program pangan bergizi nasional. Tujuan swasembada protein hewani sejalan dengan upaya pemerintah dalam merealisasikan program Angka Kecukupan Pangan dan Gizi.

Dalam acara yang sama, Ketua Harian KAGAMA, Budi Karya Sumadi menilai semangat pengurus bukan semata-mata untuk berkembang secara pribadi, melainkan juga membawa substansi yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Substansi tersebut diyakininya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang di Indonesia.

Bahkan Budi melihat sektor peternakan menjadi tren yang menggembirakan. Bahkan ini di beberapa negara sedang demam peternakan sapi. “Ada teman saya yang memelihara sapi Limousin. Bahkan, hal itu memberi inspirasi kepada banyak orang yang mau pensiun. Diskusinya jadi menarik, banyak tentang peternakan, sehingga bisa menjadi peluang bagi siapa saja yang ingin belajar,” imbuhnya.

Pelantikan pengurus KAPGAMA ini, Ia berharap dapat memberikan warna yang lebih, tidak sekadar bernilai budaya, sehingga manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat luas.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018