
Kementan mengerahkan 200 pompa air ke empat provinsi Kalimantan atas perintah Presiden Prabowo untuk memperkuat pemadaman karhutla.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Kementan mengerahkan 200 pompa air ke empat provinsi Kalimantan atas perintah Presiden Prabowo untuk memperkuat pemadaman karhutla.
Api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan membuat pemerintah bergerak cepat.
Kementerian Pertanian (Kementan) ikut turun tangan dengan mengerahkan 200 unit pompa air untuk memperkuat upaya pemadaman.
Pengerahan ratusan pompa tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Bukan menunggu berhari-hari, instruksi itu langsung ditindaklanjuti.
Amran mengungkapkan Presiden Prabowo meneleponnya pada malam hari dan meminta Kementan segera mengirimkan pompa ke wilayah terdampak karhutla.
“Yang terpenting adalah Bapak Presiden menelepon kami untuk mengirim pompa. Malam magrib kami ditelepon beliau, besoknya pompanya sudah dikirim,” ujar Amran di Kantor Pusat Kementan, Jakarta.
Sebanyak 200 unit pompa air tersebut disalurkan ke empat provinsi di Kalimantan. Masing-masing wilayah mendapatkan 50 unit pompa.
Empat provinsi yang menjadi tujuan pengerahan tersebut yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Kementan menyebut pengerahan pompa merupakan bentuk dukungan cepat pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama dalam memenuhi kebutuhan pemadaman di lapangan.
Kehadiran pompa diharapkan bisa membantu tim yang melakukan pemadaman darat, terutama pada area yang membutuhkan suplai air untuk mengendalikan titik api.
Langkah ini menjadi bagian dari respons pemerintah menghadapi karhutla yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
Tak cuma mengandalkan satu metode, berbagai sarana dikerahkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
Ada hal menarik dari pengerahan 200 pompa ini.
Sarana tersebut memang dikirim untuk membantu pemadaman karhutla. Namun, fungsinya tidak berhenti ketika api berhasil dikendalikan.
Amran mengatakan pompa-pompa tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh petani dan pekebun. Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
“Iya, pemadaman. Dan juga bisa difungsikan itu nanti setelah insyaallah untuk pemadaman, itu bisa difungsikan juga pekebun dan petani untuk irigasi,” kata Amran.
Artinya, peralatan yang dikerahkan dalam kondisi darurat tetap dapat memberikan manfaat bagi sektor pertanian setelah situasi kembali normal.
Konsep pemanfaatan ganda ini juga membuat sarana yang dikirim ke daerah tidak berhenti menjadi peralatan darurat.
Setelah tugas membantu menangani karhutla selesai, pompa bisa kembali digunakan untuk mendukung aktivitas produksi pertanian dan perkebunan.
Di sisi lain, Kementan menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan mengenai lahan pertanian yang terdampak langsung karhutla di wilayah tersebut.
Meski begitu, pemerintah tetap melakukan pengecekan. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi lahan pertanian dan perkebunan tetap terpantau di tengah penanganan kebakaran.
“Sampai sekarang belum ada laporan. Tapi nanti kami cek,” ujar Amran.
Kementan pun tetap menyiapkan dukungan sesuai dengan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mendatangi sejumlah lokasi kebakaran, termasuk wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.
Dalam penanganan karhutla, pemerintah mengerahkan berbagai strategi. Pemadaman dilakukan dari darat dengan dukungan peralatan, sementara area yang sulit dijangkau juga mendapat penanganan melalui helikopter menggunakan metode water bombing.
Selain itu, operasi modifikasi cuaca turut dioptimalkan untuk membantu menciptakan kondisi yang mendukung penanganan karhutla.
Di tengah langkah tersebut, Kementan mengambil bagian dengan mengirimkan 200 pompa air ke empat Provinsi di Kalimantan.
Gerak cepat ini menjadi sinyal bahwa penanganan karhutla dilakukan secara lintas sektor. Sarana pertanian pun ikut digerakkan ketika kondisi darurat membutuhkan dukungan peralatan.



