Thursday, 16 July 2026


Program Serasi Kementan Bangunkan Lahan Rawa

22 Nov 2018, 06:38 WIBEditor : GESHA

Program SERASI menjadi jalan untuk pengelolaan lahan rawa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Mengetahui adanya lahan rawa tidur seluas 34,1 juta ha membuat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bergerak cepat membuat program untuk membangunkan lahan rawa tidur yang ada di Indonesia dengan potensi maksimal.

Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) menjadi program yang diusung Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencapai memaksimalkan potensi lahan rawa yang ada di Indonesia, menambah produksi padi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menteri Amran  mengaku optimis program ini akan memberi dampak baik pada seluruh pihak. Apalagi, pengelolaan program ini dikerjakan oleh orang-orang profesional seperti pensiunan pejabat Kementan maupun purnawirawan dari instansi lain.

"Kalau pensiunan kan sudah pasti mengerti sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki. Sebab kita ingin menggerakan pertanian secara modern,"  tegasnya pada acara Rapat Konsolidasi Persiapan Implementasi Program SERASI di Kantor Pusat Kementan, Rabu (21/11). 

Sebagai tahap awal, Kementan akan mengoptimalisasikan 550 ribu ha lahan rawa yang terletak di enam provinsi yakni Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumatera Selatan (Sumsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Jambi dan Lampung.

Menteri Amran menerangkan analisa total nilai tambah agribisnis padi per 550 ha/tahun jika Indeks Pertanaman (IP) 200 sebesar Rp 9,03 triliun, peningkatan pendapatan petani Rp 10,24 juta/ha/tahun, penghasilan petani Rp 1,42 juta/ha/bulan. Sedangkan tambahan nilai saham Rp 2,02 juta/ha/tahun.

Sedangkan jika IP mencapai 300 maka total nilai tambah agribisnis padi per 550 ha/tahun bisa mencapai Rp 13,54 triliun, peningkatan pendapatan petani Rp 19,12 juta/ha/tahun, penghasilan petani Rp 2,2 juta/ha/bulan. Sedangkan tambahan nilai saham Rp 2,94 juta/ha/tahun.

Amran menyampaikan, pemanfaatan lahan rawa nantinya akan saling terintegrasi antara lahan ternak, perkebunan dan sawah.

Menurutnya, program ini merupakan mimpi lama yang baru terealisasi. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyisiran dan akurasi data terkait potensi baru yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan membangun koperasi petani yang terkorporasi. "Penyisiran dan akurasi datanya sedang berjalan," katanya.

 

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018