
Gaplek Jadi Komoditas Ekonomi Baru Desa Binanga Dua
TABLOIDSINARTANI.COM, Labuhanbatu Selatan --- Sebanyak 50 pengrajin gaplek di Desa Binanga Dua, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, setiap hari sibuk merajang ubi kayu untuk diolah menjadi gaplek. Kegiatan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Binanga Dua, Sarifah, menjelaskan bahwa desanya menjadi satu-satunya sumber produksi ubi kayu dari enam desa yang ada di Kecamatan Silangkitang.
“Dulu petani hanya menjual ubi dalam bentuk glondongan dengan harga Rp1.200 hingga Rp1.500 per kilogram. Sekarang, setelah diolah menjadi gaplek, harganya naik menjadi Rp2.800 per kilogram di tingkat pengepul,” ujar Sarifah saat ditemui di kantornya beberapa hari lalu.
Menurut salah satu pengrajin gaplek, Sarwan (65), ubi kayu ditanam di lahan pinjam pakai milik perusahaan sawit.
“Kami tanam ubi agar tidak perlu biaya tambahan untuk merumput di kebun sawit,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan proses pengolahan gaplek, dari 2 kg ubi kayu basah, hanya akan dihasilkan sekitar 1 kg gaplek kering.
“Jadi, kalau harga ubi Rp1.800 untuk 2 kg, dan gaplek dijual Rp2.800, keuntungannya sekitar Rp1.000 per kilogram,” jelas Sarwan.
Potensi produksi gaplek di desa ini juga cukup besar. Sarifah menyebutkan ada tiga agen besar di Desa Binanga Dua yang mampu memasarkan hingga 100 ton gaplek setiap bulan.
Melihat peluang ini, Ketua Koperasi KKPSB Lab Raya, Heri Isworo, S.Sos., M.Sp., menyatakan kesiapannya untuk membantu memasarkan produk gaplek ke luar daerah.
Bahkan, pihaknya tengah menjajaki peluang ekspor ke Malaysia dan Singapura. “Kami sedang mencari eksportir atau buyer yang siap membeli gaplek dalam bentuk tepung, yang harganya bisa mencapai Rp18.000 hingga Rp30.000 per kilogram,” ungkap Heri.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, hadir pula beberapa tokoh masyarakat seperti H. Asruli Harefa, S.Ag., Riduan Ginting, S.P., Sulaiman, dan Aisiyah yang turut memberikan dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan ubi kayu ini.