Thursday, 06 August 2020


Penerapan New Normal Kawasan Wisata Alam Pulau Lusi Sidoarjo

01 Jul 2020, 15:30 WIBEditor : Indarto

New normal Pulau Lusi | Sumber Foto:Dok. Humas PRL

Pulau Lusi termasuk dalam kawasan wisata bahari. Kawasan wisata ini dapat dibuka untuk menerima kunjungan wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

 

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Memasuki era new normal, sejumlah kawasan wisata bahari mulai berbenah. Salah satunya adalah Pulau Lusi , Sidoarjo yang dikelola  Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Pengelola Pulau Lusi yang eksotik ini dalam menyambut new normal akan menerapkan 5 K, yakni kebersihan, kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan. “Jika kembali dibuka, KKP akan membatasi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lusi dan akan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat,” kata  Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Aryo Hanggono, di Jakarta, Rabu (1/7).

Berdasarkan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 44 Tahun 2020, kawasan pariwisata alam di Kabupaten Sidoarjo akan dibuka secara bertahap untuk memulai aktivitas wisata berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko covid-19 yang paling ringan.

Kawasan pariwisata alam tersebut terdiri dari kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, raman nasional, taman wisata alam, raman jutan raya, suaka margasatwa, geopark, pariwisata alam non-kawasan konservasi antara lain kebun raya, kebun binatang, taman aafari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

“Kawasan pariwisata alam tersebut dapat dibuka secara bertahap sampai dengan batasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal,” ujarnya.

Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso mengatakan,  Pulau Lusi termasuk dalam kawasan wisata bahari. Kawasan wisata ini dapat dibuka untuk menerima kunjungan wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Saat ini KKP sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung  new normal di dermaga Tlocor yang merupakan akses masuk Pulau Lusi dan juga dermaga Pulau Lusi,” kata Yudi.

Yudi mengungkapkan,  seluruh petugas dan wisatawan yang berada di kawasan wisata alam Pulau Lusi wajib menggunakan masker atau face shield dan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum naik speedboat.  Kapasitas penumpang speedboat dan kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen dari kapasitas normal.

“Pembukaan ekowisata Pulau Lusi direncanakan akan disimulasikan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo yang dalam hal ini memiliki kewenangan dalam membuka ekowisata Pulau Lusi dalam waktu dekat dengan menerapkan protokol kesehatan," ungkap Yudi.

Pulau Lusi yang terletak di muara Sungai Porong merupakan pulau yang terbentuk dari hasil timbunan lumpur pengerukan muara Sungai Porong. Pulau ini memiliki luas 94 ha dan menjadi destinasi wisata baru bagi setiap orang luar Jawa Timur yang berkunjung ke Kota Surabaya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018