Tuesday, 12 May 2026


Produksi Ikan 3,57 Juta Ton, KKP Jamin Harga Tetap Stabil Hingga Idul Fitri

04 Feb 2026, 12:09 WIBEditor : Gesha

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pastikan produksi ikan 3,57 juta ton Januari–Maret 2026, distribusi lancar, stok aman, dan harga tetap stabil, agar masyarakat bisa tenang menyambut Ramadan hingga Idul Fitri.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pastikan produksi ikan 3,57 juta ton Januari–Maret 2026, distribusi lancar, stok aman, dan harga tetap stabil, agar masyarakat bisa tenang menyambut Ramadan hingga Idul Fitri.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan ketersediaan ikan nasional aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pernyataan ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2).

“Kami memastikan ketersediaan ikan di seluruh sentra konsumsi utama berada dalam status aman,” ujar Menteri Trenggono. Ia menekankan, pemerintah ingin masyarakat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang, didukung pasokan protein hewani yang cukup, berkualitas, dan harga yang stabil.

Dalam paparannya, Menteri Trenggono menyebutkan bahwa produksi ikan nasional untuk periode Januari hingga Maret 2026 diproyeksikan mencapai 3,57 juta ton. Rinciannya, sektor perikanan budi daya menyumbang 2,05 juta ton, sedangkan perikanan tangkap mencapai 1,52 juta ton. Angka ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan protein hewani di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

“KKP berkomitmen penuh agar kebutuhan protein masyarakat, khususnya dari sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan baik tanpa membebani harga,” jelasnya.

 

Tidak hanya fokus pada jumlah produksi, KKP juga melakukan pemantauan ketat terhadap ketersediaan ikan di delapan kota besar yang menjadi sentra konsumsi nasional, termasuk Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Denpasar. Hasil pemantauan menunjukkan pasokan ikan berada pada kategori aman, meskipun menghadapi lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Sebagai langkah mitigasi, KKP menyiapkan strategi pengamanan pasokan melalui optimalisasi gudang beku (cold storage), mempercepat distribusi hasil perikanan budi daya, serta menjaga stabilitas harga di pasar tradisional maupun modern. Menteri Trenggono menekankan pentingnya koordinasi antarwilayah agar distribusi ikan tetap lancar dan keseimbangan pasokan terjaga di tingkat konsumen.

 

“Distribusi antarprovinsi hingga antarkota harus berjalan mulus agar harga ikan tetap stabil dan masyarakat bisa membeli sesuai kebutuhan tanpa khawatir melonjaknya harga,” tambah Trenggono.

KKP juga menyiapkan skema cadangan untuk menghadapi lonjakan permintaan mendadak. Salah satunya, melalui optimalisasi cold storage untuk menyimpan ikan beku dan menyalurkannya ke daerah yang membutuhkan. Selain itu, kementerian ini meningkatkan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern untuk memastikan tidak ada gejolak harga yang signifikan selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Target kami adalah memastikan setiap keluarga Indonesia dapat menikmati menu berbuka dan sahur dengan ikan segar maupun olahan berkualitas, sekaligus menjaga harga tetap terjangkau,” ungkap Menteri Trenggono.

Langkah-langkah yang dilakukan KKP ini diharapkan tidak hanya menjaga pasokan ikan tetapi juga mendukung stabilitas pangan nasional secara menyeluruh. Dengan produksi yang cukup, distribusi lancar, dan harga yang stabil, masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri tanpa khawatir kekurangan protein dari ikan, yang merupakan sumber gizi utama keluarga Indonesia.

 

KKP menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi pasar dan stok ikan hingga Idul Fitri nanti. Strategi pengamanan pasokan, pemantauan harga, serta koordinasi lintas lembaga dipastikan berjalan optimal demi kenyamanan masyarakat dalam menyambut bulan suci dan perayaan hari besar.

KKP juga menyiapkan skema cadangan untuk menghadapi lonjakan permintaan mendadak. Salah satunya, melalui optimalisasi cold storage untuk menyimpan ikan beku dan menyalurkannya ke daerah yang membutuhkan. Selain itu, kementerian ini meningkatkan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern untuk memastikan tidak ada gejolak harga yang signifikan selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Target kami adalah memastikan setiap keluarga Indonesia dapat menikmati menu berbuka dan sahur dengan ikan segar maupun olahan berkualitas, sekaligus menjaga harga tetap terjangkau,” ungkap Menteri Trenggono.

Langkah-langkah yang dilakukan KKP ini diharapkan tidak hanya menjaga pasokan ikan tetapi juga mendukung stabilitas pangan nasional secara menyeluruh. Dengan produksi yang cukup, distribusi lancar, dan harga yang stabil, masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri tanpa khawatir kekurangan protein dari ikan, yang merupakan sumber gizi utama keluarga Indonesia.

 

KKP menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi pasar dan stok ikan hingga Idul Fitri nanti. Strategi pengamanan pasokan, pemantauan harga, serta koordinasi lintas lembaga dipastikan berjalan optimal demi kenyamanan masyarakat dalam menyambut bulan suci dan perayaan hari besar.

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018