Thursday, 03 December 2020


Pembuat Pakan Mandiri Dapat Berkah dari Kenaikan Harga Pakan Pabrikan

24 Oct 2018, 08:30 WIBEditor : GESHA

Kegiatan pembuatan pakan ikan mandiri di tengah meningkatnya harga pakan pabrikan | Sumber Foto:HUMAS DJPB

TABLOIDSINARTANI.COM, Pasuruan --- Harga pakan pabrikan kian merangkak naik seiring penguatan dollar. Tapi bagi pembuat pakan mandiri, kenaikan harga tersebut justru menjadi berkah sebab kebanjiran order pembuatan pakan. 

Hingga sekarang pakan masih menjadi bagian krusial dalam budidaya ikan. Lebih dari 70 persen biaya produksi tersedot pada pembelian pakan. 

Tak heran jika harga pakan pabrikan mahal, pembudidaya ikan harus rela kehilangan margin keuntungan.

Bahkan, tak sedikit pembudidaya terpaksa mengakhiri kegiatannya karena harus membayar pakan pabrikan yang saat ini harganya Rp 11 ribu/kg, atau meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp 9 ribu-Rp 10 ribu/kg.

Namun, hal tersebut tak berlaku untuk pembuat pembuat pakan mandiri.  Bagi sejumlah  kelompok pembuat pakan mandiri pada saat ini justru mendapat berkah.

Salah satu praktisi atau pembuat pakan yang meraup untung dalam mengembangkan dan memanfaatkan pakan mandiri adalah Kafri Anggriawan.

Pria asal Kab. Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) ini mengakui, mendapat berkah dari usaha pembuatan pakan mandiri.

Sebab, di saat harga pakan pabrikan melonjak sampai Rp 11 ribu/kg, para pembudidaya saat ini mulai beramai-ramai menggunakan pakan mandiri yang harganya terjangkau.

"Kami juga mensuplai kebutuhan pakan ke banyak pembudidaya ikan dan responnya sangat positif. Sejauh ini para pembudidaya sangat terbantu dengan adanya pakan mandiri. Meski tak terlalu besar, kami  masih mendapatkan keuntungan dari penjualan pakan mandiri," kata Kafri.

Murah Tapi Tak Murahan

Animo pembudidaya untuk menggunakan pakan mandiri semakin tinggi. Sebab, dari sisi kualitas dan performa pakan mandiri tidak kalah dengan pakan pabrik. 

Lantaran harganya murah dan kualitasnya tak kalah dengan pakan pabrikan , sejumlah pembudidaya (khusunya air tawar) mulai beralih memanfaatkan pakan mandiri.

"Saat ini harga pakan pabrikan terus naik, sehingga tidak heran jika mereka mulai beralih menggunakan pakan mandiri ", ujar Kafri 

Kafri memberi ilustrasi, kalau pembudidaya menggunakan pakan mandiri, mereka rata-rata  dapat nilai tambah hingga Rp 6.000 per kg dari hasil produksi.  Tentunya, ini angka yang lumayan tinggi

"Sebelumnya pembudidaya  jarang mendapat nilai tambah optimum seperti saat ini.  Saat ini harga pakan pabrik berkisar Rp11 ribu/kg.  Sementara kami jual pakan mandiri dalam kisaran Rp 4 ribu -Rp 5 ribu/ kg. Jadi mereka bisa menghemat sekitar Rp 6 ribu/kg," jelasnya.

Menurut Kafri, dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini sudah saatnya pembudidaya  mulai beralih ke pakan mandiri.

"Namun disisi lain, kami juga meminta pemerintah untuk menjamin akses pasar dan kestabilan harga," ujarnya. (idt)

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018