Kamis, 15 November 2018


Begini Trik Hindari White Spot Syndrome untuk Pembudidaya Udang

07 Nov 2018, 09:43 WIBEditor : Gesha

Whie Spot syndrome pada udang harus diwaspadai saat musim hujan | Sumber Foto:ISTIMEWA

White Spot Masih Jadi Ancaman Pembudidaya Udang

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pembudidaya ikan, khususnya udang harus ekstra hati-hati saat memasuki musim pancaroba tahun ini. Di saat pergantian musim kemarau ke penghujan biasanya mulai muncul sejumlah penyakit ikan air tawar, payau dan laut, seperti white spot syndrome.

Penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut sampai saat ini belum ada penangkalnya. Karena itu, di musim pancaroba tahun ini pembudidaya udang harus lebih ketat lagi melakukan pengawasan terhadap udang yang dibudidaya.

Agar bisa panen seperti yang diharapkan, pembudidaya udang bisa melakukan pencegahan sejak dini  ketika ada gejala serangan white spot syndrome.

"Cara pencegahannya salah satunya adalah pembudidaya harus menggunakan benur yang bersertifikat. Pembudidaya bisa mengurangi padat tebarnya. Baik yang intensif, super intensif dan semi intensif padat tebarnya mulai dikurangi menjelang musim pancaroba," kata Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Ditjen Perikanan Budidaya, Arik Hari Wibowo.

Pembudidaya udang, lanjut Arik, bisa melakukan percepatan panen apabila sudah ada tanda-tanda serangan white spot syndrome.

Khususnya bagi pembudidaya udang super intensif yang padat tebarnya memang tinggi diharapkan lebih teliti lagi dalam mengawasi perkembangan udang yang dibudidaya.

Menurut Arik, agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus ini, pembudidaya udang juga bisa mengatur musim tanamnya.

"Pembudidaya bisa memanfaatkan kalender musim tanam untuk meminimalisir kerugian. Artinya, pembudidaya bisa mengatur kapan mulai melakukan budidaya dan kapan harus mulai mengurangi kegiatannya budidayanya," jelas Arik.

Arik juga mengatakan, memasuki musim pancaroba tahun ini (Oktober/November) pembudidaya ikan memang sudah saatnya mengurangi kegiatan budidaya. "Kegiatan budidaya tentunya tetap berlanjut. Hanya saja, padat tebarnya dikurangi," ujarnya.

Meskipun di musim pancaroba yang ditandai dengan intensitas panas di siang hari yang menyengat dan suhu udara mulai terasa dingin di malam hari kurang mendukung untuk budidaya udang, tapi ada sejumlah usaha budidaya yang justru bagus dikembangkan di saat musim seperti ini. Salah satu budidaya yang bagus dikembangkan adalah budidaya rumput laut.

"Kalau budidaya ikan payau, tawar dan laut di musim pancaroba perlu ekstra hati-hati, bagi pembudidaya rumput laut malah bisa memperluas areal budidayanya," kata Arik.

Menurut Arik, budidaya rumput laut yang dilakukan di musim kemarau atau pada saat pancaroba justru bagus.

"Kalau dibudidaya di musim penghujan, rumput laut malah kurang bagus. Sebab, rumput laut akan mudah terserang penyakit ice-ice di musim penghujan," tutup Arik.

Reporter : Indarto

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018