Friday, 03 April 2020


Indonesia Punya Beragam Tanaman Akuatik Bernilai Dollar

12 Nov 2018, 16:47 WIBEditor : Gesha

Tanaman air kini diincar untuk dikembangkan menjadi bisnis yang menguntungkan | Sumber Foto:Indarto

Pendataan species tanaman air mulai dilakukan agar bisa fokus digarap bisnisnya

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Bagi orang awam, mungkin belum banyak yang tahu tanaman hias air  (aquatic plant atau flora aquatic) yang ternyata punya nilai ekonomi tinggi. Agar tak punah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) kini mulai melakukan pendataan spesies tanaman air endemik di tanah air.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan, tanaman hias air punya potensi  besar  dan dapat dijadikan komoditas baru dalam dunia bisnis, baik untuk keindahan akuarium maupun obat. “Ini adalah komoditas baru yang harus disampaikan ke publik sebagai peluang bisnis.  Kita juga dorong produksinya untuk kebutuhan ekspor,” kata Sjarief Widjaja.

KKP saat ini sudah mengidentifikasi 218 spesies dari target 400 spesies.  Selanjutnya,  sebanyak 218 spesies ini akan dikembangbiakkan. “Agar produksinya banyak, 218 spesies tanaman hias air ini dikembangbiakkan dengan sistem kultur jaringan,” ujar  Sjarief. 

BRSDM KKP melalui Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) juga telah mengidentifikasi tanaman air endemik dari perairan Pulau Kalimantan. Diantaranya, jenis Bucephalandra yang memiliki nilai ekonomi  tinggi.  Jenis tanaman hias air ini apabila dijual di dalam negeri harganya Rp 50.000 – Rp 500.000/rhizome (rimpang). Sedangkan kalau diekspor harganya kurang lebih US$ 300/rhizome.

“Bucephalandra yang dijual  ke pasar umumnya diambil langsung dari alam. Bukan yang dikembangbiakan. Agara jenis tanaman hias ini tak punah,  kami mendorongnya untuk  dibudidaya. Karena sifatnya yang endemik dan hanya ada di Kalimantan, perbanyakan secara budidaya sangat penting,” kata Sjarief.

Menurut Sjarief, sejak tahun 2016 -2018, BRBIH telah bekerjasama dengan Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (BB Biogen Kementan) dalam perbanyakan ex situ tanaman air dengan memanfaatkan sifat totipotensi sel dan  Bioteknologi untuk menciptakan Inovasi In-Vitro Tanaman Hias Air sebagai Estetika.

Dengan memanfaatkan sifat totipotensi sel, tanaman air dapat hidup di luar habitatnya dan dapat dipanen sebanyak yang diinginkan. Tanaman air juga tumbuh secara seragam serta bebas patogen sehingga baik untuk ikan.

Budidaya In-Vitro merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman yang steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang steril dan dalam kondisi yang aseptic, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap. 

Obat Herbal Ikan

Tanaman air juga bisa menjadi obat herbal alami untuk mengobati penyakit ikan.  Peneliti BRBIH, Media Fitri Isma Nugraha mengatakan, hal pertama yang dilakukan dalam kerjasama itu adalah menginventarisasi seluruh tanaman air di Sulawesi dan mencari senyawa aktif (active compound) dari tanaman air  tersebut yang dapat berfungsi sebagai  obat herbal alami baru pada penyakit  ikan.

Tanaman tersebut dapat mematikan pathogen penyebab  penyakit ikan, diantaranya yakni Edwardsiella ichtaluri, Streptococcus agalactiae, Aeromonas hydrophilla, Flavobacterium columnare, Chromobacterium violeceum dan dapat menghambat quoroum sensing dari bakteri pathogen.

“Dari riset ini, kami juga telah menginventarisasi sebanyak 200 spesies tanaman  air dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah dan telah mendaftarkan satu paten,” kata Media.

Media juga mengatakan, sesuai rencana, proses budidaya tanaman air hias ini akan disosialisasikan kepada petani. Setelah disosialisasikan kepada petani,  diharapkan mereka bisa mendapatkan hasil panen tanaman hias air dalam jumlah banyak tanpa merusak ekosistemnya.

"Kalau mau, saat ini gel tersebut sudah tersedia di Depok, tepatnya di BRBIH kami disana. Secepatnya akan kami sosialisasikan, sejauh ini hanya beberapa nelayan saja yang sudah kami bina untuk lakukan budi daya ini," papar Media.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Pertanian, Kementerian Pertanian, Mastur mengungkapkan pihaknya akan terus mendorong apa yang dilakukan BRSDM KP, terutama dalam inovasi pembiakan tanaman air hias. "Budidaya tanaman air hias ini memang menggiurkan bagi siapapun yang mau memulai bisnis.,” ujarnya.

Menurut Mastur,  bisnis tanaman hias air bisa dilakukan nelayan maupun pembudidaya  ikan. “Untuk itu kami siap mendukung jika ada yang harus diperlukan, seperti hasil penelitian atau data lainnya," ujarnya.

 

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018