Rabu, 12 Desember 2018


Jamin Ketersediaan Pakan Murah Lewat Gerpari

12 Nov 2018, 17:01 WIBEditor : Gesha

Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) bisa menjadi jaminan ketersediaan pakan murah namun tetap berkualitas | Sumber Foto:HUMAS DJPB

Lebih murah dengan membuat pakan sendiri

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Saat melonjaknya harga pakan pabrikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) mendorong pembudidaya meningkatkan penggunaan pakan mandiri berbahan baku lokal. Melalui gerakan pakan ikan mandiri (Gerpari) yang sudah dicanangkan sejak tahun 2015 silam, diharapkan bisa memberi jaminan ketersediaan pakan yang terjangkau bagi pembudidaya skala kecil.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyatakan, Gerpari merupakan langkah konkrit pembudidaya ikan memenuhi kebutuhan pakan dengan cara membuat sendiri. Pakan mandiri berbahan baku lokal ini diharapkan juga  akan memicu multiplier effect bagi masyarakat.

“Saat ini pembudidaya ikan masih dihadapkan pada kendala inefisiensi produksi. Dengan membuat pakan sendiri berbahan baku lokal, pembudidaya akan lebih efisien dalam berproduksi dan nantinya bisa mendapatkan margin (keuntungan.red) yang lebih baik lagi. Gerpari yang kami kembangkan akan mendorong munculnya kelompok penyedia alat bahan baku dan juga kelompok pemasaran pakan ikan mandiri,”  kata Slamet yang ditemui tabloidsinartani.com saat Forum Pakan Mandiri Nasional 2018.

Slamet mengungkapkan,  pakan merupakan penyusun terbesar dalam struktur biaya produksi usaha budidaya ikan yang mencapai lebih dari 70 persen. Disisi lain, harga pakan pabrikan cenderung menunjukkan tren kenaikan, sehingga akan menyebabkan turunnya efisiensi usaha budidaya.

“Sementara itu, industri pakan dalam memanfaatkan bahan baku lokal untuk dijadikan pakan ikan relatif masih sedikit. Sehingga industri masih sangat tergantung pada bahan baku pakan impor, terutama tepung ikan.  Untuk mengatasi semua itu, KKP mengembangkan pakan mandiri di sentra budidaya air tawar atau kawasan minapolitan,” kata Slamet.

Pakan mandiri tersebut, lanjut Slamet, diprioritaskan kepada kelompok usaha budidaya ikan air tawar yang memanfaatkan potensi bahan baku lokal. Pakan mandiri diproduksi dengan harga murah dan berkualitas. “KKP  juga melakukan penguatan kelembagaan dan permodalan,  serta pengembangan jejaring pakan ikan nasional. Sehingga, produksi pakan mandiri di tingkat pembudidaya berjalan secara kontinu,” jelas Slamet.

Slamet menambahkan, untuk mengembangkan pakan mandiri, DJPB juga berkerjasama dengan FAO dengan mengadakan kegiatan supporting local feed efficiency for inland aquaculture in Indonesia yang dilakukan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. DJPB juga akan bekerja sama dengan PT. Pupuk Indonesia terkait dengan pengelolaan bahan baku pakan ikan khususnya Palm Kernel Meal (PKM) serta kerjasama dengan FAFI Belanda dalam pengembangan bahan baku pakan dari limbah bir dan bacteria protein.

“Kerjasama ini tujuan utamanya adalah meningkatkan produksi pakan ikan khususnya pakan ikan air tawar yang berkualitas tinggi dan biaya hemat oleh produsen pakan ikan skala kecil di  Indonesia”,  kata Slamet.

Menurut Slamet, KKP juga mengembangkan pembuatan pakan dengan pabrik skala medium di 9 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di Aceh, Jambi, Lampung, Karawang, Sukabumi, Jepara, Situbondo, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. UPT ini akan menjadi motor untuk mengembangkan kawasan pakan mandiri.

"Di level pembudidaya, KKP terus memberikan dukungan berupa mesin-mesin pembuat pakan mandiri skala kecil. KKP juga  memberi bantuan mesin pembuat pakan ikan dan bahan baku pakan ikan, serta pengembangan berbagai jenis bahan baku pakan mandiri. KKP juga menggandeng Smart Fish/UNIDO terkait dengan teknik formulasi pakan dengan harga murah berkualitas”, jelas Slamet.

Menurut Slamet, sesuai data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), produksi pakan ikan pabrikan tahun 2017 sebanyak 1.555.939 ton. Sedangkan kebutuhan pakan ikan pada tahun yang sama sebanyak  8.650.260 ton. Pada tahun 2018 kebutuhan pakan naik menjadi  9.667.620 ton. Diperkirakan,  kebutuhan pakan pada tahun 2019 sebanyak 10.800.960 ton. 

Sedangkan produksi pakan mandiri yang tersebar di 24 provinsi baru mencapai 26.546 ton.  Produksi pakan mandiri ini relatif masih jauh dari kebutuhan pakan ikan secara nasional.

 

 

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018