Thursday, 12 March 2026


Puasa, Jangan Lupa Atur Pola Makan

24 Feb 2026, 14:20 WIBEditor : Yulianto

Puasa, pola makan harus diatur

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Perubahan pola makan dan aktivitas selama Ramadhan menuntut penyesuaian gaya hidup agar tubuh tetap sehat dan bugar. Penerapan kebiasaan yang tepat saat sahur, berbuka, hingga waktu istirahat menjadi kunci agar puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi manfaat bagi kesehatan.

Berpuasa memang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, jika tidak disertai dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka, bisa saja memicu keluhan kesehatan. Salah satu keluhan yang paling sering dialami adalah perut terasa begah atau kembung setelah berbuka puasa.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Mira Dewi menjelaskan, perut kembung umumnya disebabkan penumpukan gas di saluran pencernaan. Meski demikian, kondisi ini juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain. Misalnya, intoleransi makanan, sembelit, maupun gangguan pencernaan.

“Penyebab perut kembung paling sering adalah akumulasi gas di usus. Namun, ada banyak faktor lain yang juga berperan, seperti intoleransi makanan atau gangguan pencernaan,” katanya. Perut begah menurutnya, juga lebih sering dialami individu yang memiliki riwayat penyakit asam lambung (GERD) atau gangguan pencernaan lainnya.

Mira menegaskan, berpuasa itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan perut menjadi begah atau kembung. Keluhan tersebut umumnya muncul akibat kesalahan pola makan saat sahur maupun berbuka puasa.

“Perlu dipastikan bahwa kondisi berpuasa itu sendiri tidak menyebabkan perut kembung. Biasanya keluhan ini muncul karena kebiasaan makan yang kurang tepat, misalnya langsung mengonsumsi makanan yang mengandung gas saat berbuka,” ujarnya seperti dikutip dari laman IPB University.

Beberapa kebiasaan yang kerap memicu perut kembung selama Ramadhan antara lain berbuka puasa dengan porsi besar sekaligus setelah lambung kosong seharian, mengonsumsi makanan tinggi gas seperti kacang-kacangan tertentu, kol, dan minuman bersoda, makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik, serta kurangnya asupan cairan dari waktu berbuka hingga sahur.

Untuk mencegah terjadinya perut kembung, dr Mira menyarankan agar masyarakat lebih memperhatikan pola makan selama berpuasa. Ia menganjurkan untuk makan secara perlahan, tidak tergesa-gesa, serta menghindari makanan pemicu kembung saat sahur dan berbuka.

“Usahakan berbuka secara bertahap dan tidak langsung makan dalam jumlah besar. Bagi yang memiliki intoleransi laktosa, sebaiknya membatasi konsumsi susu,” tuturnya.

Selain itu, dr Mira juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan air putih serta tetap melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur selama bulan Ramadhan. “Pola makan yang tepat, cukup cairan, dan olahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan selama berpuasa,” katanya.

Bagaimana caranya agar selama Puasa tetap bugar? Baca halaman selanjutnya

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018