Minggu, 14 April 2024


Lewat SNI Organik, Pisang Kepok Gerecek Siap Dulang Cuan

19 Peb 2024, 12:12 WIBEditor : Gesha

Tandan pisang segar hasil pendampingan | Sumber Foto:BPSIP Kaltim

TABLOIDSINARTANI.COM, Kutai Kertanegara -- Gerecek semakin memesona dengan sertifikasi SNI 6729:2016 terbit 7 Des '23, yang diterima oleh Gapoktan Berkah Bersatu, Kaubun, Kutai Timur. Pentingnya sertifikasi organik jelas, untuk peluang cuan bagi petani pisang kepok gerecek.

Salah satu tugas utama Badan Standardisasi Instrumen Pertanian adalah mendampingi lembaga petani atau pelaku usaha, terutama yang berskala mikro dan kecil, dalam menerapkan standar instrumen pertanian. Tujuannya jelas: memastikan bahwa lembaga-lembaga skala kecil ini mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan hasil akhir berupa peningkatan kesejahteraan. Kalimantan Timur terkenal dengan plasma nutfahnya yang populer di dunia, termasuk pisang kepok gerecek.

Varietas pisang ini mulai dikenal luas sejak memenangkan kontes buah yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalimantan Timur pada tahun 2013. Dengan SK pelepasan varietas Nomor 022/Kpts/SR.120/D.2.7/2/2015, pisang kepok gerecek diakui sebagai sumber daya genetik asli Kalimantan Timur.

Secara fisik, pisang kepok gerecek memiliki ciri-ciri yang mencolok: bentuk buah lurus, ukuran tinggi buah mencapai 15-16 cm, daging buah berwarna putih kekuningan, dengan rasa yang manis. Berat buah berkisar antara 185,65 hingga 190,37 gram, dengan 16-18 buah per sisir dan berat sisir mencapai 2,97 - 3,43 kg, serta 9-12 sisir per tandan.

Kelezatan daging buah yang manis legit menjadi daya tarik utama bagi para pencinta pisang. Pisang kepok gerecek dapat dinikmati saat buah sudah matang atau diolah menjadi berbagai produk turunan seperti keripik pisang, sale pisang, atau tepung pisang. Selain memenuhi permintaan lokal, pisang kepok gerecek juga diekspor ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Taiwan.

Nilai ekonomi pisang kepok gerecek cukup tinggi di masyarakat Kalimantan Timur. Harga jual di tingkat petani berkisar sekitar Rp. 7.000,- per sisir, sedangkan di tingkat tengkulak mencapai sekitar Rp. 15.000,- per sisir.

Namun, untuk pisang organik, offtaker di Kecamatan Kaubun berani menetapkan harga per sisir sebesar Rp. 9.000,-. Di pasar modern, harga pisang organik dapat mencapai sekitar Rp. 30.000,- per sisir dengan berat 2 kg. Bisnis ini tentu sangat menarik bagi siapa pun yang terlibat di dalamnya.

Namun, Pendampingan Lembaga Petani menuju SNI tidaklah mudah, melainkan memerlukan upaya yang serius. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti kurangnya SOP tertulis untuk pisang organik, kurangnya keteraturan dalam manajemen pengelolaan, serta belum adanya dokumen yang mengatur penerapan prinsip-prinsip pertanian organik dalam kelompok.

Meskipun prinsip-prinsip pertanian organik telah diterapkan oleh kelompok tani Gapoktan Berkah Bersatu, namun hal ini belum tercermin dalam dokumen resmi. Selain itu, manajemen organisasi juga belum terstruktur dengan baik. Melihat permasalahan tersebut, pendampingan oleh Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) menjadi suatu keharusan bagi Gapoktan Berkah Bersatu.

Proses Pendampingan

Proses pendampingan adalah langkah panjang. Pertama, pemilihan lembaga yang akan didampingi memerlukan informasi akurat dari Dinas Pertanian di provinsi maupun daerah. Lembaga tersebut minimal harus memiliki sumber daya manusia yang responsif terhadap perbaikan kelembagaan serta memiliki produk unggulan untuk mendukung perekonomian anggota.

Selanjutnya, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi riil dan mempertimbangkan kemungkinan pengusulan sertifikasi. Langkah ini penting untuk pengambilan keputusan yang tepat. Selanjutnya, mencari lembaga sertifikasi yang sesuai dan menjalin komunikasi efektif dengan mereka untuk memahami proses serta dokumen yang diperlukan. Kemudian, melakukan pembinaan intensif kepada kelompok tani yang dipilih.

Kelemahan dalam dokumentasi aktivitas petani harus diatasi dengan meningkatkan pendampingan dari BSIP. Sosialisasi tentang proses sertifikasi harus terus dilakukan, termasuk persiapan untuk kunjungan inspeksi eksternal. Setelah semua persiapan selesai, dilakukan pendaftaran ke lembaga sertifikasi dan mempersiapkan petani untuk inspeksi eksternal.

Komoditas yang dipilih untuk sertifikasi di Kalimantan Timur adalah pisang kepok gerecek organik atau sesuai dengan SNI 6729:2016. Selanjutnya, keputusan akhir ada di tangan lembaga sertifikasi organik untuk menentukan apakah pisang yang diajukan layak untuk mendapatkan sertifikasi organik.

Setelah pendampingan, Gapoktan Berkah Bersatu dinyatakan layak untuk menerima sertifikasi SNI 6729:2016 untuk pisang organik pada tanggal 7 Desember 2023. Sertifikasi organik ini menjamin mutu produk pisang kepok gerecek yang bebas dari agrokimia.

Pentingnya sertifikasi ini tak terbantahkan, karena meningkatkan nilai jual produk pisang kepok gerecek, menarik konsumen dalam negeri yang membutuhkan produk bersertifikat untuk kebutuhan haji dan umroh, serta memenuhi tuntutan pasar modern akan produk yang terjamin kualitasnya.

Ke depannya, dengan sertifikasi ini, diharapkan ekonomi Gapoktan Berkah Bersatu semakin berkembang, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan petani.

Penulis : Bariroh, NR, Abidin, Z., Sumarmiyati, Pebriandi, A., Emilya BPSIP Kalimantan Timur

Reporter : BPSIP Kaltim
Sumber : BBPSIP
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018