
Stand Distan Provinsi Banten di Peda Banten
TABLOIDSINARTANI.COM, BAnten --- Gelaran Pekan Daerah (PEDA) KTNA ke-VII Provinsi Banten tak hanya menjadi ajang pamer komoditas pertanian unggulan, tapi juga momentum lahirnya gerakan baru bagi para petani anggur.
Dinas Pertanian Provinsi Banten menginisiasi pembentukan Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) tingkat provinsi, sebagai langkah konkret untuk menyatukan para petani anggur yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, Erry Yanuar, mengatakan bahwa meski budidaya anggur sudah tersebar di seluruh kabupaten/kota di Banten, namun belum ada wadah yang menaungi para petaninya secara terorganisir.
"Selama ini petani anggur di Banten jalan sendiri-sendiri. Dengan adanya ASPAI Provinsi Banten, kita ingin menyatukan mereka dalam satu organisasi agar lebih kuat dalam budidaya, pemasaran, hingga akses pasar," kata Erry di sela kegiatan PEDA KTNA.

Menurut Erry, pembentukan ASPAI Provinsi Banten akan menjadi salah satu output utama dari PEDA tahun ini.
Organisasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak pengembangan komoditas anggur, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Banten.
"Anggur ini punya prospek sangat bagus. Selain bernilai ekonomi tinggi, anggur juga menjadi salah satu komoditas penyumbang deflasi di Indonesia. Jadi penting bagi kita untuk mendorong swasembada buah anggur," jelasnya.
Banten sendiri saat ini tengah mengupayakan sertifikasi varietas lokal anggur bernama Ponjay Bendav, yang telah dibudidayakan petani di Pondok Jaya, Tanggerang Selatan, Banten.

Langkah Banten membentuk ASPAI tingkat provinsi mendapat dukungan penuh dari ASPAI pusat.
Anggota ASPAI, Laela Djulaehap, menyebut bahwa Banten adalah provinsi pertama yang memprakarsai pembentukan organisasi ini di tingkat wilayah.
"DPD ASPAI memang sudah ada di beberapa kota seperti Cilegon dan Serang, tapi baru kali ini dibentuk secara resmi di tingkat provinsi. Ini langkah penting dan kami dari pusat sangat mendukung," ujar Ella.
Ia berharap, kehadiran ASPAI Provinsi Banten dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam menyatukan kekuatan petani anggur, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun promosi.
Dinas Pertanian Provinsi Banten berkomitmen untuk tidak hanya memfasilitasi pembentukan organisasi, tetapi juga membangun sistem pendukung bagi pengembangan anggur.
"Potensi sudah ada, semangat petani juga tinggi. Sekarang tinggal bagaimana kita menyatukan semua ini dalam sebuah gerakan kolektif. Pemerintah siap hadir untuk merangkul dan memperkuat," tegas Erry.
Dengan pembentukan ASPAI Provinsi Banten, diharapkan para petani anggur di seluruh wilayah Banten dapat saling terhubung, berdaya saing, dan mampu membawa anggur lokal menjadi komoditas unggulan tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional.