
HA IPB bersama Yayasan Durian Indonesia (YDI) menyelenggarakan Internasional Durian Summit 2025
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Manisnya durian tidak semanis petani dalam memproduksi buah durian berkualitas. Berbagai permasalahan dalam budidaya durian menjadi faktor penting yang harus dituntaskan petani untuk dapat memproduksi durian unggul.
Adapun permasalahan yang sering ditemukan yaitu pengairan dimusim panas, hujan angin yang merontokan buah muda, dan berbagai hama menyerang pohon dan buah durian.
Ivan Kuntara, Wakil Ketua 2 DPP Himpunan Alumni (HA) IPB yang juga seorang petani durian pemilik Khisba Durian Farm di Purwakarta mengatakan, potensi durian di Indonesia sangatlah besar. Apalagi memasuki bulan Desember, beberapa wilayah penghasil durian mulai masuk musim panen awal.
“Tapi tidak sedikit pula terdapat wilayah yang gagal panen akibat cuaca ekstrim yang melanda,” katanya saat membuka Internasional Durian Summit 2025, Sabtu (20/12) yang diselenggarakan HA IPB bersama Yayasan Durian Indonesia (YDI). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus 2025 (PRA IPK).
Melalui kegiatan seminar tersebut, Ivan berharap dapat meningkatkan keilmuan petani untuk dapat memproduksi durian unggul. “Sebuah harapan besar agar kegiatan seminar ini dapat kembali dilaksanakan dengan berbagai aktivitas keilmuan, salah satunya terobosan inovasi IPB University untuk agribisnis buah durian,” tuturnya.
Ivan Kuntara menyampaikan, kegiatan Internasional Durian Summit ini adalah yang pertama dilakukan di Indonesia dan harus berkelanjutan untuk dapat mengperbaharuai keilmuan tentang berkebun durian.
Selain itu acara ini menjadi penting sebagai ajang silaturahmi sesama petani durian Nusantara untuk dapat berbagi ilmu dan pengalaman. Misalnya pandangan dari Pramoj Ruamsuke yang memberikan materi mengenai pasar durian internasional, khususnya wilayah ASIA.

Sementara itu Ketua Pelaksana Internasional Durian Summit 2025 yang juga pengurus DPC HA IPB Kab. Karawang, Hafidz Ilman Albana menyampaikan, kegiatan seminar ini menjadi momentum para petani durian di Indonesia untuk dapat bersinergi dan kolaborasi bersama memproduksi durian unggul Nusantara.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium JHH Fakultas Peternakan IPB University menghadirkan pembicara internasional dari Thailand, Pramoj Ruamsuke dan juga Guru Besar Agronomi IPB University, Prof. Sobir. Narasumber lainnya berasal dari praktisi dan peneliti durian, diantaranya Dr. Sarjiya Antonius, Dr. Mulya Ahmad, Ir. Mardianto, dan Mukti Wibowo.
Materi yang disampaikan dapat menjawab permasalahan para petani di lapangan. Tercatat 70 Peserta seminar dari berbagai wilayah hadir dalam kegiatan tersebut.