
Bunga durian rontok saat musim hujan kerap bikin panen terancam. Terapkan 3 trik ampuh ini untuk menjaga bunga tetap menempel, agar durian tumbuh subur dan berbuah maksimal.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Bunga durian rontok saat musim hujan kerap bikin panen terancam. Terapkan 3 trik ampuh ini untuk menjaga bunga tetap menempel, agar durian tumbuh subur dan berbuah maksimal.
Musim hujan kerap menjadi tantangan bagi petani durian. Curah hujan tinggi dan kelembaban meningkat membuat bunga durian mudah rontok sebelum sempat berbuah, sehingga panen terancam berkurang. Namun, menurut **BRMP Buah Tropika**, dengan strategi yang tepat, bunga durian bisa tetap kuat dan buah pun berpotensi lebih maksimal.
Durian memiliki karakter unik sebagai tanaman tropis yang peka terhadap perubahan lingkungan. Salah satu syarat utama pembungaan adalah periode kering yang cukup lama, yang memberi sinyal pada pohon untuk beralih dari fase pertumbuhan daun dan cabang (vegetatif) ke fase pembentukan bunga (generatif). Studi menunjukkan durian biasanya berbunga setelah dua minggu tanpa hujan, diikuti periode floral induction sekitar 50 hari.
“Musim hujan yang terus-menerus membuat durian jarang mengalami periode kering memadai. Akibatnya, bunga sulit terbentuk dan bunga yang sudah muncul mudah rontok karena hujan lebat dan kelembaban tinggi,” ujar tim BRMP Buah Tropika. Selain itu, kelembaban tinggi meningkatkan risiko penyakit jamur yang melemahkan bunga dan buah muda.
Untuk mengatasi kerontokan bunga durian di musim hujan, BRMP Buah Tropika menyarankan tiga trik ampuh berikut:
1. Merangsang Pembungaan dengan Perawatan Tanah dan Nutrisi
Menciptakan kondisi “kering buatan” di musim hujan bisa dilakukan dengan membuat saluran drainase di bawah tajuk pohon agar air cepat menjauh dari akar. Selain itu, penggunaan mulsa plastik membantu menjaga tanah tetap lebih kering, sehingga pohon seolah-olah mengalami periode kering yang diperlukan untuk pembungaan.
Pemupukan yang seimbang juga penting. Pupuk fosfor (P) dan kalium (K) mendorong pembentukan bunga, sementara nitrogen dikurangi agar pohon tidak fokus pada pertumbuhan daun. BRMP Buah Tropika juga menyoroti penggunaan zat pengatur tumbuh seperti paklobutrazol untuk menekan pertumbuhan vegetatif dan mendorong pembungaan, dengan catatan penggunaan harus mengikuti panduan agronom profesional.
2. Pemangkasan Tajuk untuk Sirkulasi Udara dan Cahaya
Tajuk rapat dapat menahan uap air setelah hujan, meningkatkan risiko bunga rontok dan penyakit jamur. Pemangkasan cabang kecil yang rapat, tunas air yang tumbuh tegak lurus, serta ranting kering atau patah dapat memperlancar aliran udara dan cahaya matahari menembus tajuk.
Menurut BRMP Buah Tropika, pemangkasan ini membantu bunga dan daun cepat kering setelah hujan, mengurangi kelembaban berlebih, dan meminimalkan risiko infeksi jamur.
3. Meminimalkan Kerontokan Bunga dengan Nutrisi dan Seleksi Bunga
Jika bunga durian terlalu banyak dalam satu cabang, nutrisi pohon terbagi sehingga bunga menjadi lemah. Petani disarankan merontokkan beberapa bunga yang terlalu rapat agar energi pohon terkonsentrasi pada bunga yang berpotensi menjadi buah.
Selain P dan K, unsur mikro seperti boron dan kalsium memperkuat pangkal bunga dan buah muda. BRMP Buah Tropika menekankan bahwa nutrisi yang tepat membuat bunga lebih tahan terhadap terpaan hujan lebat, mengurangi risiko rontok sebelum panen.
Dengan menerapkan tiga trik dari BRMP Buah Tropika ini, perawatan tanah dan nutrisi, pemangkasan tajuk, dan seleksi bunga – kerontokan bunga durian di musim hujan bisa diminimalkan, sehingga bunga tetap menempel lebih lama dan durian berpeluang berbuah maksimal.