Thursday, 29 October 2026


Jabar Bidik Pasar Belanda, Tanaman Hias Apa Saja yang Paling Diburu Eropa?

28 Oct 2026, 15:59 WIBEditor : Gesha

Pasar Eropa mulai melirik tanaman hias asal Jawa Barat. Ada beberapa jenis yang paling diburu, dan peluangnya terbuka lebar ke Belanda.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung – Pasar Eropa mulai melirik tanaman hias asal Jawa Barat. Ada beberapa jenis yang paling diburu, dan peluangnya terbuka lebar ke Belanda. 

Tanaman hias dari Jawa Barat punya peluang untuk dijual ke Belanda dan negara-negara Eropa lainnya. 

Namun, petani dan pelaku usaha perlu tahu jenis tanaman yang diminati pasar, kualitas yang diinginkan pembeli, serta kemampuan menjaga pasokan agar tetap tersedia.

Hal itu disampaikan Atase Perdagangan KBRI Den Haag, Anisa Hapsari, dalam webinar Go Ekspor BARANTIN #14 yang digelar Karantina Jawa Barat, Rabu (28/10/2026).

Menurut Anisa, Belanda merupakan salah satu pusat perdagangan tanaman hias dunia. 

Di negara tersebut, tanaman hias dari berbagai negara dikumpulkan, diperdagangkan, lalu disalurkan ke toko tanaman, pusat kebun, dan pasar di negara Eropa lainnya.

Artinya, menjual tanaman hias ke Belanda tidak hanya membuka peluang pasar di satu negara. 

Jika produk mampu memenuhi kebutuhan pembeli, peluang untuk menjangkau pasar Eropa lainnya juga terbuka.

Namun, persaingan di pasar Belanda cukup ketat. 

Indonesia harus bersaing dengan negara lain yang sudah lebih dulu memasok tanaman hias ke pasar internasional.

"Belanda juga produsen tanaman hias yang sangat kompetitif. Produk Indonesia perlu menawarkan karakteristik dan nilai tambah yang lebih jelas," ujar Anisa.

Anisa menyebut sejumlah tanaman hias yang dikenal di pasar Belanda, antara lain Anthurium, Phalaenopsis atau anggrek bulan, dan Monstera.

Selain itu, ada peluang untuk tanaman seperti Philodendron, Alocasia, dan Aglaonema. 

Tanaman-tanaman ini memiliki bentuk daun, corak, atau warna yang menarik sehingga bisa menjadi pilihan untuk menyasar pembeli yang mencari tanaman dengan tampilan berbeda.

Bagi petani Jawa Barat, peluang tersebut bisa menjadi pertimbangan dalam mengembangkan usaha tanaman hias. 

Namun, bukan berarti semua jenis tanaman itu pasti laku atau memiliki permintaan tinggi di Belanda.

Petani perlu mencari tahu terlebih dahulu jenis dan ukuran tanaman yang dibutuhkan calon pembeli. 

Tanaman yang banyak disukai di Indonesia belum tentu memiliki permintaan yang sama di Eropa.

“Pembeli juga bisa memiliki kebutuhan berbeda, ada yang mencari tanaman dewasa yang siap dijual kembali, tetapi ada pula yang membutuhkan bibit atau potongan tanaman untuk ditanam dan dibesarkan di tempat pembibitan mereka,” jelasnya.

Karena itu, sebelum menambah produksi, petani sebaiknya memastikan jenis tanaman yang ingin dijual, jumlah yang dibutuhkan, ukuran yang diminta, dan harga yang bisa diterima pembeli.

Menurut Anisa, pembeli di Belanda tidak hanya melihat apakah tanaman terlihat cantik. 

Ada empat hal penting yang perlu diperhatikan petani dan pelaku usaha tanaman hias.

1. Tanaman harus sehat dan berkualitas

Pembeli menginginkan tanaman yang sehat dan kondisinya baik. 

Tanaman yang akan dikirim ke luar negeri juga harus dipersiapkan dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga selama perjalanan.

Artinya, petani perlu menjaga tanaman sejak proses budidaya, mulai dari perawatan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemilihan tanaman yang siap dijual.

2. Ukuran tanaman harus seragam

Pembeli biasanya memiliki ukuran tanaman yang diinginkan. 

Misalnya, mereka memesan tanaman dengan tinggi tertentu sehingga tanaman dalam satu pesanan harus memiliki ukuran yang relatif sama.

Hal ini penting karena tanaman akan dipasarkan kembali kepada konsumen. 

Jika ukuran dan bentuknya terlalu berbeda, pembeli bisa kesulitan memenuhi standar produk yang mereka jual.

Karena itu, petani perlu melakukan penyortiran sebelum tanaman dikirim. 

Tanaman dengan ukuran berbeda sebaiknya dikelompokkan sesuai spesifikasinya.

3. Pasokan harus tersedia secara rutin

Pembeli tidak hanya membutuhkan tanaman untuk satu kali pembelian. 

Mereka juga ingin memastikan pemasok mampu menyediakan tanaman lagi ketika dibutuhkan.

Petani yang ingin masuk pasar ekspor perlu menghitung kemampuan produksinya. 

Jangan sampai sudah menerima pesanan, tetapi jumlah tanaman yang tersedia tidak mencukupi atau waktu panennya tidak sesuai jadwal.

Jika belum mampu memasok dalam jumlah besar, petani bisa mempertimbangkan kerja sama dengan petani lain atau kelompok tani agar pasokan lebih teratur.

4. Harga harus sesuai dan bersaing

Harga juga menjadi pertimbangan penting. 

Pembeli akan menghitung biaya tanaman, pengemasan, pengiriman, dan penanganan selama perjalanan sebelum menentukan apakah produk layak dibeli.

Karena itu, harga jual tidak cukup dihitung berdasarkan biaya produksi di kebun saja. 

Petani dan eksportir perlu memperhitungkan biaya tambahan sampai tanaman tiba di negara tujuan.

Anisa menegaskan bahwa pembeli tidak hanya mencari tanaman yang bagus, tetapi juga pemasok yang bisa dipercaya dan diajak bekerja sama dalam jangka panjang.

Selain memperhatikan kualitas dan harga, petani perlu mengetahui dengan jelas tanaman apa yang dicari calon pembeli. 

Jangan sampai tanaman sudah diproduksi dalam jumlah banyak, tetapi ternyata ukuran, jenis, atau bentuknya tidak sesuai dengan permintaan pasar.

Eksportir juga perlu menyiapkan informasi produk yang mudah dipahami pembeli, seperti nama tanaman, foto, ukuran, harga, dan jumlah tanaman yang bisa disediakan.

Tanaman yang akan dikirim ke Belanda harus memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan aturan impor yang berlaku. 

Karena itu, pelaku usaha perlu berkonsultasi dengan pihak karantina untuk mengetahui ketentuan yang harus dipenuhi sebelum melakukan pengiriman.

Anisa menyarankan pelaku usaha memulai dengan memilih dua atau tiga jenis tanaman yang kualitasnya sudah baik dan pasokannya bisa dijaga. 

Setelah itu, mereka dapat menawarkan produk kepada calon pembeli dan mencoba mengirim pesanan dalam jumlah terbatas terlebih dahulu.

Dengan cara ini, petani bisa mengetahui apakah produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pasar sebelum meningkatkan produksi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018