Senin, 22 April 2019


Melati Kabupaten Banjar, Penuhi Kebutuhan Domestik dan Siap Ekspor

10 Peb 2019, 12:12 WIBEditor : Gesha

Melati dan Kenanga dari Kabupaten Banjar berlimpah untuk penuhi kebutuhan domestik dan diharapkan bisa masuk ekspor | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjar --- Siapa yang tidak kenal dengan melati, sang puspa bangsa dengan keharuman yang khas. Sentra melati di Indonesia terdapat di Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Purbalingga, Kabupaten Bangkalan,Pasuruan hingga Banjar di Kalimantan Selatan.

Daerah penghasil bunga di Kabupaten Banjar terdapat di Kecamatan Martapura (Desa Bincau, Desa Labuan Tabu) dan Kecamatan Karang Intan (Desa Karang Intan, Desa Jingah Habang, Desa Pandak Daun).

Potensi sumberdaya bunga hias di lima desa pada Kabupaten Banjar ini cukup besar. Permintaan bunga di dalam maupun di luar kabupaten cukup tinggi. Oleh karena itu, budidaya bunga merupakan peluang usaha yang sangat baik bagi penyerapan tenaga kerja di lokasi tersebut.

Kepala Subdit Tanaman Florikultura, Sumardi Noor dalam kunjungan kerjanya ke petani melati di sentra pengembangan melati di Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa potensi pengembangan melati di desa tersebut cukup besar.

“Tanaman melati bisa berproduksi sampai umur 12 - 15 tahun jika pemangkasan dilakukan dengan baik," ungkapnya.

Seorang petani melati setempat, Achmadi menuturkan luas lahan melatinya sebesar 2.890 m2, sedangkan luas lahan keseluruhan di kawasan tersebut berkisar 10 hektare. Panen melati dilakukan setiap pagi (150 gelas) dengan harga Rp 3 ribu - Rp 10 ribu per gelas.

Dalam satu hari keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp 1,5 juta atau rata - rata Rp 4,5 juta per bulan untuk luasan per 3 ribu meter persegi. Keuntungan ini cukup fantastis dan luar biasa untuk meningkatkan pendapatan petani di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, Fachry menyatakan Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan merupakan salah satu sentra melati di Kabupaten Banjar.

"Di samping melati, Kabupaten Banjar juga memiliki beberapa komoditas lain seperti mawar, kenanga dan kantil.  Bunga - bunga ini cukup berkembang karena banyak dipergunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan setiap hari sehingga ekonomi masyarakat petani semakin meningkat," tuturnya.

Dirinya menyampaikan bahwa di samping untuk memenuhi kebutuhan wilayah sendiri, bunga melati dikirim ke Kabupaten Banjarmasin hingga ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

Untuk memotivasi petani, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar terus melakukan pembinaan kepada petani untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan agar tanaman dapat berproduksi optimal dan terhindar dari penyakit cendawan dan bakteri.

"Selain itu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura memotivasi petani untuk melakukan pengolahan dan pengawetan untuk melati yang tidak laku di jual (yang mekar) untuk jadi olahan minyak aromateraphy dan sebagainya, sehingga memiliki nilai tambah bagi petani," tambahnya.  

Fachry menyatakan akan mengembangkan luas areal tanam di Desa Jingah Habang melihat potensi pasar yang semakin berkembang.

"Melakukan pelatihan teknis budidaya terutama pemeliharaan dan pengolahan serta pengawetan bunga melati hasil sortiran agar bernilai tambah dan meningkatkan pendapatan," tutupnya.

 

Reporter : Henni Kristiana
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018