Sunday, 28 February 2021


Kopinta Bawa Kopi Petani Tana Toraja Bermain di Pasar Ekspor

22 Feb 2021, 10:16 WIBEditor : Ahmad Soim

Kopi Toraja | Sumber Foto:Dok Kopinta

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Tana Toraja - Di Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel berdiri  Koperasi Petani Kopi Toraja ( KOPINTA ). Koperasi yang berdiri  02 Juli 2019 ini mampu mengekspor 60 ribu kg pada tahun 2020 di tengah kondisi Pandemi Covid-19.

Albert Otto Ketua Kopinta mengatakan koperasi ini beranggotakan  kelompok – kelompok industri hulu – hilir kopi yang ikut bermain di pasar global.

Produknya adalah kopi Toraja dengan proses Wet Hulled ( semi wash ) dan Dry Hulled  pada tingkatan  Good Grade dan Non Grade dalam bentuk kopi Greenbean, Roasbean dan bubuk,” tambahnya kepada Sinar Tani (22/2/21).

Otto menjelaskan Kopinta ini menjadi penangkar utama bibit kopi unggul terbaru Puslitkoka yang siap dipasarkan untuk konsumen.

“Koperasi petani kopi kami adalah gabungan dari UMKM kopi, KUB kopi, Kelompok petani kopi organic dan LEM Kopi yang ada di Tana Toraja,” ungkapya.

Saat ini  Koperasi Petani Kopi Toraja ( KOPINTA )  membangun dirinya untuk menjadi korporasi petani kopi yang mandiri dan berkarakter dengan Visi:  “Memproduksi kopi bermutu tinggi  dan berkarakter sebagai kopi specialty dan komoditi  andalan  Tana Toraja untuk pasar dalam negeri dan luar negeri”.    Misinya:  “Melestraikan kopi sebagai  kekayaan Tana Toraja  dengan melakukan pendampingan budidaya, panen dan pasca panen serta menghimpun produksi  kopi anggota   untuk dipasarkan secara luas dengan specifikasi produk bermutu baik.

Dalam masa wabah pandemi covid-19  tahun 2020 ini  Kopinta masih mampu memproduksi dan memasarkan biji kopi greenbean sebesar 60.000 kg ke eksportir. Hasil kopi petani anggota Kopinta dan petani kopi  lain   tetap diserap walaupun dengan segala keterbatasan modal dan sarana produksi.

Kopi Arabika Specialty Dataran Tinggi Toraja dihasilkan dari kawasan kebun kopi petani  yang berada di ketinggian 1.400 – 1800 meter di atas permukaan laut. Pada kawasan ini kopi Arabika tumbuh baik didukung oleh lingkungan yang baik dan berkearifan lokal.

Pengelolaan panen, pasca panen sampai produk jadi dilakukan oleh korporasi petani langsung yaitu KOPINTA. Specifikasi dari produk specialty ini adalah : Name       : High Land Toraja Coffee,  Origin: Tana Toraja, Elevation: 1.400 – 1.800 m dpl,  Processing : Wash Wet Hulled (Semi Wash), Variety : Lini S 795 , Catuwai,  Taste :  Almond, Vanilla, Chocomilk, Citrus, Chocolaty Palm sugar, Production capacity :  20.000 kg  ( Jun- Oktober ),  Size bean : 15 – 16,  Moisture: 11%, Cupping notes : Sweetness, Citrik  Acidity, Medium Body, Clean, After taste Medium finish, Harga : 80.000 – 90.000 / kg ( frangko Toraja ).

Sebagai Komoditi andalan Tana Toraja dengan luas kebun petani lebih kurang sembilan ribu hektar dengan produksi sekitar lima ribu ton per tahun serta ditopang oleh enam belas ribu petani, maka pasar kopi Arabika diarahkan dapat menyerap produksi besar dari petani Tana Toraja.

KOPINTA dengan penuh semangat  mencoba hadir memberi warna pasar dimana petani bisa menjadi pelaku utama dan pelaku usaha hulu hilir kopi Arabika Toraja. Produk ini diambil dari kebun petani ketinggian 700 – 1.800 meter diatas permukaan laut,” tambah Albert Otto.

Specisifikasi produk ini adalah : Name : Toraja Coffee, Origin : Tana  Toraja, Sulawesi Selatan, Processing : Wash Wet  Hulled (Semi Wash), Variety : Lini S 795, Catuai. Taste       : Nutty, Almond, Chocolate, Palm sugar,  Production capacity    : 80.000 kg   ( Mei – Oktober ), Size bean : 15 – 16, Elevation : 700 - 1.800 mdpl, Moisture : 11%, Cupping notes : sweetness, malic acidity, medium body, sweet aftertaste, clean finish; Harga : 70.000 / kg ( frangko Toraja).

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018