Saturday, 15 August 2020


Program Gang Hijau Terbukti Dongkrak Ketahanan Pangan Masyarakat DKI Jakarta

26 Jul 2020, 18:11 WIBEditor : Gesha

Pemanfaatan gang hijau | Sumber Foto:Poktan Ampar Adhum

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Pemanfaatan ruang untuk pertanian semakin populer di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Terbatasnya lahan pertanian akibat padatnya jumlah penduduk Ibukota, justru memunculkan sisi kreatif sebagian orang yang dikenal sebagai penggiat pertanian perkotaan (Urban Farming). Mereka memanfaatkan gang di lingkungannya untuk bertani sehingga tampak asri sekaligus produktif.

Potensi gang (jalan kecil/lorong) di pemukiman untuk dijadikan lahan produktif pertanian sangat besar. Gang yang sudah berhasil dikelola menjadi lahan pertanian di Jakarta semakin meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta , hingga tahun 2019 sudah mencapai total 545 gang hijau, dengan perincian tahun 2016 sebanyak 150 gang hijau, tahun 2017 sebanyak 77 gang hijau, tahun 2018 sebanyak 150 gang hijau, dan meningkat signifikan di tahun 2019 sebanyak 168 gang hijau.  

 “Gang Hijau adalah lorong atau jalan kecil yang terletak di perkampungan dalam kota dan ditanami aneka jenis tanaman. Gang di Jakarta tentunya dapat dimanfaatkan untuk pertanian dengan teknologi hidroponik, vertical , atau pun konvensional, “ kata Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati dalam seminar online bertema “Strategi Pengembangan Gang Hijau yang Asri dan Produktif di Jakarta” pada Jumat (17/7).

Seminar ini bertujuan memberikan edukasi dan inspirasi cara memanfaatkan gang untuk pertanian. Pesertanya berjumlah 317 orang dari berbagai provinsi di Indonesia karena dilakukan secara langsung (Live) melalui YouTube.

Menghadirkan narasumber Andrianto Kusumoarto (Dosen Program Studi Arsitektur – Universitas Indraprasta Giri Jakarta), Ali Nurdin (Kepala UPT Pusbangbenih dan Proteksi Tanaman Dinas KPKP DKI Jakarta), Mujiati (Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta), Supriyadi (Penanggung Jawab Kebun Bibit Ciganjur Jakarta Selatan dan Cagar Buah Condet Jakarta Timur), serta Fikri Husin (Penggiat Gang Hijau “Ampar Adhum” Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur).

Senada dengan Mujiati, Fikri Husin sebagai Penggiat Gang Hijau “Ampar Adhum” Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur juga mengatakan bahwa Gang Hijau dapat menjadi sumber pangan warga di sekitarnya.

“Gang Hijau kami berawal sekitar tahun 2016 lalu ketika warga setempat mengobrol santai di malam hari yang kebetulan udara terasa panas. Akhirnya tercetus ide untuk memperbanyak pohon di lingkungan kami agar lebih sejuk. Kemudian 2017 kami mulai memanfaatkan barang bekas seperti kaleng cat menjadi media pot. Dalam waktu 7 bulan sudah terdapat beberapa titik yang mulai hijau,” jelas Fikri.

Fikri dan warga yang tinggal di RW 08 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, ini pun semakin bersemangat menghijaukan gang ketika mendapatkan bantuan tanaman dari Suku Dinas (Sudin) KPKP Jakarta Timur, serta menjuarai kebersihan dan penghijauan tingkat kelurahan.  

Setahun kemudian, 2018 terbentuklah Kelompok Tani (Poktan) Ampar Adhum dengan prestasi sebagai juara Gang Hijau Terbaik Jakarta Timur. Poktan ini juga mendapat bantuan dari CDC Telkom Pusat untuk penataan tanaman menggunakan rak.

“Luas gang hijau kami mulai tahun 2019 sudah mencapai 300 meter. Kami berterimakasih kepada Dinas KPKP DKI Jakarta yang melengkapi sarana kami dengan bantuan rak hidroponik. Kelompok Wanita Tani (KWT) juga sudah terbentuk untuk menciptakan produk olahan dari hasil panen gang hijau, seperti olahan berbahan kelor berupa minuman, pudding, nasi bakar, dan botok untuk lauk. Empat modal utama terbentuknya Gang Hijau yaitu kemauan warga, waktu, inovasi, serta dana,” ujar Fikri.

Di tahun 2020 Poktan Ampar Adhum mendapat kepercayaan untuk mewakili Jakarta Timur dalam program RW Award tingkat provinsi DKI Jakarta serta dipercaya melaksanakan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Dinas KPKP DKI Jakarta.

Ketersediaan benih

Peserta seminar online ini juga mendapatkan materi cara perbanyakan bibit tanaman, toga, dan rimpang dari Supriyadi, selaku Penanggung Jawab Kebun Bibit Ciganjur Jakarta Selatan dan Cagar Buah Condet Jakarta Timur.

“Sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara perbanyakan bibit ini, sehingga dapat mengembangkan sendiri bibit aneka tanaman yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayahnya,” kata Supriyadi.

Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman sebagai salah satu UPT Dinas KPKP DKI Jakarta memiliki peran penting untuk masyarakat Jakarta. 

“Kami memperbanyak tanaman untuk pelayanan bibit kepada masyarakat, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) ramah lingkungan dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta pelayanan brigade dan POPT di 5 wilayah DKI Jakarta, “ kata Kepala UPT Pusbangbenih dan Proteksi Tanaman, Ali Nurdin.

Selama Pandemi Covid-19 Pusbangbenih melayani permohonan 2 pohon (untuk 1 KK DKI), dan maksimal 10 pohon (untuk lembaga/instansi) yang ingin menanam pohon di rumah dan menghijaukan lingkungan sekitar dengan melakukan permohonan online melalui website : openstreetmap.id/dkpkp

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018