Senin, 19 Agustus 2019


Fokus Pemuliaan Padi, IRRI - Balitbang Pertanian Hadirkan IRRI Perwakilan Indonesia.

01 Apr 2019, 13:32 WIBEditor : Gesha

Para peneliti pemuliaan tanaman padi di IRRI - Indonesia Representative | Sumber Foto:NATTASYA

Dalam Kantor IRRI Perwakilan Indonesia, peneliti dari Balitbangtan dan IRRI saling berkolaborasi berbagai inovasi penelitian, keahlian dan dukungab kebijakan untuk membantu Indonesia mencapai tujuan swasembada beras dan meningkatkan penelitian padi.


TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi padi yang sudah berlangsung, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan The International Rice Research (IRRI) membuka kantor IRRI Perwakilan Indonesia di Bogor.

"Kita (IRRI-Balitbangtan) semakin bekerjasama untuk pengembangan teknologi pemuliaan (breeding) untuk mengatasi berbagai tantangan di masa depan," tutur Dirjen IRRI, Dr. Matthew Morell ketika membuka IRRI Perwakilan Indonesia, Senin (1/4) di Bogor.

Lebih lanjut, Morell menuturkan dalam beberapa tahun terakhir, berbagai tantangan pememuhan pangan khususnya beras terus bermunculan.

Termasuk menurunnya sumberdaya air, kekurangan tenaga kerja, perubahan pola penggunaan lahan, pertumbuhan populasi dan dampak perubahan iklim.

Khusus di Indonesia membutuhkan 38 persen lebih banyak beras dalam 25 tahun mendatang yang berarti hasil rata-rata 5,1 ton per hektar harus naik menjadi lebih dari 6 ton per hektar.

"Inilah tantangan yang akan kita kolaborasikan bersama dengan Indonesia, melalui IRRI Indonesia Representative Office," tutur Morell.

Dalam Kantor IRRI Perwakilan Indonesia, peneliti dari Balitbangtan dan IRRI saling berkolaborasi berbagai inovasi penelitian, keahlian dan dukungab kebijakan untuk membantu Indonesia mencapai tujuan swasembada beras dan meningkatkan penelitian padi.

Kepala Balitbang Pertanian, Dr Fadjry Djufry menuturkan hadirnya IRRI di Indonesia bukanlah hal baru karena IRRI di Indonesia sebelumnya berupa Laison Officer (LO). Namun kini menjadi berbentuk IRRI Representative Office (Kantor Perwakilan IRRI).

"Kerjasama ini sudah dari 1972. Sudah banyak varietas unggul yang dihasilkan dengan tetuanya dari IRRI. Contohnya Ciherang, Green Super Rice (GSR), Inpari 42, Inpari 43 dan lainnya," tuturnya.

Ke depannya, beragam varietas padi unggulan bisa dihasilkan Indonesia terutama untuk lahan pasang surut/rawa.

"Tetua dari IRRI kita harap bisa dikawinkan dengan varietas lokal kita. Sehingga bisa dihasilkan varietas dengan produktivitas tinggi tapi toleran terhadap rendaman," tuturnya.

Diakui Fadjry, Indonesia memang sudah memiliki varietas dengan kriteria tersebut, namun produktivitasnya hanya sekitar 6-7 ton/ha. "Kita inginkan lebih tinggi lagi. Lebih dari 10 ton/ha," harapnya.

Sehingga dengan adanya kantor perwakilan IRRI di Indonesia, kerjasama pemuliaan tanaman padi bisa lebih terfokus dengan lembaga internasional penelitian padi.

Prof.Hasil Sembiring sebagai Laison Scientist IRRI Indonesia menuturkan dengan berkaca pada boomingnya varietas Ciherang, bukan tidak mungkin bisa dihasilkan varietas serupa yang memiliki produktivitas lebih tinggi dan tahan penyakit.

"Tak hanya di dalam negeri, pengembangan Ciherang juga diluar negeri sangat luas dan maju. Sebut saja Laos, Bangladesh bahkan Vietnam," tutur Prof Hasil.

Karena itu, perlu adanya kolaborasi dengan internasional dengan penerapan teknologi pemuliaan yang adaptif di Indonesia.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018