Tuesday, 14 July 2020


Kementan Terus Perbanyak Pembibit Ayam Kampung Luar Jawa

26 Jun 2020, 08:15 WIBEditor : Gesha

DOC Ayam Kampung | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kendala DOC ayam kampung yang masih berpusat di Jawa juga menjadi perhatian Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Dengan dukungan perusahaan perbibitan, Kementan berusaha memperbanyak pembibit ayam kampung di luar Jawa.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita menuturkan perbibitan ayam lokal unggul sedang dilakukan oleh Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan ternak (BPTU- HPT) Sembawa dan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan ternak (BPTU- HPT) Pelaihari.

Khusus untuk ayam lokal sendiri ada di BPTU-HPT Sembawa yang bisa memproduksi Ayam Sembawa, Ayam KUB, Ayam Merawang, Ayam SenSi dan Ayam Kapas dengan produktivitaa DOC mencapai 350 ribu ekor DOC.

Dirinya juga  menyebutkan upaya Kementan  untuk menyebarluaskan pembibit ayam kampung (DOC) tengah dirintis Kementerian Pertanian sehingga nantinya DOC bisa dipenuhi pasar lokal untuk kebutuhan peternak pembesaran ayam kampung.

 “Kementan sedang menggalakkan pembangunan ayam kampung di Sulsel dan Kalimantan sehingga adanya breder ayam lokal sehingga bisa mudah diperoleh DOC,” bebernya. Di Makassar, Sulawesi Selatan sendiri sudah ada Universitas Muhammadiyah (Unismu), Makassar yang bisa memproduksi DOC sebanyak 2 juta ekor per tahun. 

I Ketut menyebutkan sebaiknya peternak ayam lokal di daerah membentuk koperasi peternak ayam lokal per daerah agar mampu saling bersinergi. “Untuk pasaran ayam lokal, kita harus menangkan kualitas dan kuantitas  untuk daya saing dan ini harus diselesaikan bersama,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Sugiono menuturkan DOC Ayam Kampung akan terus ditingkatkan produksi termasuk pendampingan untuk melahirkan pembibit unggul di daerah. 

Salah satu contohnya adalah BBPTU Jatiwangi yang  sudah mulai melakukan penyebaran bibit Ayam Sentul ke masyarakat pada tahun 2018 kepada 48 kelompok dengan jumlah 1.000 ekor berupa commercial stock kepada masing-masing kelompok.

Tahun 2019, BPPTU Jatiwangi sudah berhasil menambah 10 kelompok dengan jumlah hibah bibit yang sama. Kelompok-kelompok tersebut tersebar di 6 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Ciamis, Kuningan, Majalengka, Indramayu, Subang, Garut dan di tahun ini juga untuk Kabupaten Pangandaran akan ditambah 3 kelompok.

Kapasitas produksi yang sedikit di BBPTU Jatiwangi juga akan ditingkatkan mengingat sempat kewalahan untuk memenuhi permintaan DOC ayam sentul dari masyarakat, sehingga masyarakat harus rela menunggu selama 2-3 bulan karena keterbatasan dari kapasitas mesin tetas yang mereka miliki.

Perusahaan Perbibitan

Salah satu perusahaan perbibitan ayam kampung, Sumber Unggas Indonesia (SUI) mengaku tengah melakukan ekspansi keluar Jawa. Setelah Bali, kini perusahaan konservasi dan perbibitan ayam kampung asli Indonesia tersebut tengah ekspansi di Jambi untuk memenuhi pasar DOC di Sumatera.

Direktur Utama PT Sumber Unggas Indonesia Naryanto melihat selama ini para peternak ayam lokal di luar Jawa harus menanggung biaya pengiriman atau kargo yang sangat mahal. 

Apalagi dalam enam bulan terakhir, tarif kargo mengalami lonjakan yang sangat signifikan, bahkan kenaikannya melewati 100%. Akibatnya berimbas pada biaya produksi mereka yang sangat tinggi.

Untuk tahap pertama, produksi DOC bisa mencapai 20 ribu ekor per minggunya. Produksi anak ayam lokal tersebut diharapkan bisa memenuhi permintaan peternak di Jambi, Sumatra Selatan, Riau, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. "Rencananya, SUI akan ekspansi perbibitan di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur," tambahnya. 

Pada awal 2019, perusahaan ini sudah membuka pembibitan dan penetasan di Bangli, Bali. Dengan kapasitas produksi 100.000 ekor per bulan, sebagian besar untuk ke Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018