Wednesday, 14 April 2021


Trik Usman, Tekan Biaya Pakan Itik 100 Persen

07 Apr 2021, 07:06 WIBEditor : Ahmad Soim

Usman tekan biaya pakan itik 100 persen | Sumber Foto:Suriady

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap -- Guna menekan biaya pakan itik petelur yang cukup tinggi, banyak peternak itik petelur di Kabupaten Sidrap Sulsel memilih mengembalakan itik petelur mereka di lahan persawahan yang baru selesai dipanen.

Lahan sawah yang baru selesai dipanen dan lokasi masih becek merupakan pakan alami bagi itik petelur karena terdapat sumber makanan untuk itik petelur seperti keong mas, cacing dan sisa gabah padi yang tertinggal setelah masa panen.

Sumber pakan alami ini berdampak pada peningkatan produktivitas telur itik tanpa harus mengeluarkan dana yang tinggi untuk membeli pakan buatan seperti dedak dan konsentrat.

Usman (53) yang mengawali usaha beternak itik sejak tahun 1998, pria kelahiran Pinrang yang sudah lama memelihara itik di Kabupaten Sidrap lebih memilih beternak itik dengan sistem penggembalaan.

Untuk menyiasati biaya produksi pakan itik petelur yang cukup tinggi setiap hari Usman memilih mengembalakan itik petelurnya dilokasi persawahan milik warga setelah selesai panen.

BACA JUGA:

"Tidak banyak bibit itik yang kami beli dan pelihara cuma 500 ekor saja, satu bibit harganya Rp 8.000 kami beli bibit lokal karena harganya terjangkau dan diantar langsung ketempat, dengan modal untuk beli bibit itik sebanyak 500 ekor Rp 4 juta," kata Usman saat ditemui, Senin 5 April 2021.

Sistem pemeliharaan itik yang kami lakukan yakni sistem pengembalaan dengan maksud untuk menekan biaya pakan, selain itu lokasi sawah yang lembab dan sedang tidak ditanami padi oleh warga kita manfaatkan sebagai lahan untuk beternak itik karena banyak pakan alami," kata Usman.

Dengan demikian Usman mengatakan mampu menekan biaya produksi pakan hingga 100 persen "biaya pakan untuk 500 ekor itik jika tidak digembalakan mencapai Rp 170 ribu dengan rincian Rp 150 ribu untuk 1,5 kuintal dedak dan Rp 20 ribu untuk 1 Kilogram Konsentrat perhari, jika digembalakan dilahan sawah saya tidak perlu mengeluarkan biaya karena lokasi sawah yang becek setelah dipanen merupakan sumber pakan yang cukup bagi itik petelur seperti cacing tanah, keong mas dan banyak sisa padi yang tertinggal seusai dipanen oleh pemilik sawah," ungkap Usman.

Lebih lanjut, Usman mengatakan bahwa disawah yang baru dipanen banyak terdapat sumber pakan alami atau pakan buatan yang merupakan faktor pendukung produktivitas itik petelur untuk menghasilkan telur dengan kualitas baik yang terpenting itik petelur cukup pakan, dengan cukup pakan, maka itik petelur setiap hari bisa bertelur baik itu dari pakan hasil buatan atau pakan alami," kata Usman.

Untuk produksi telur itik pengembalaan dalam perhari biasanya 12-13 rak atau 360 butir hingga 390 butir telur.

--+ 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018