Monday, 19 October 2026


Kementan Genjot Mega Farm Sapi Perah Brebes, Ditarget Produksi 180 Ribu Ton Susu

21 May 2026, 11:02 WIBEditor : Herman

mega Farm Sapi Perah Segera Dibangun di Brebes

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang --- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat investasi peternakan sapi perah terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya pada sektor protein hewani.

Langkah ini juga diharapkan mampu menekan ketergantungan impor susu sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Program tersebut menjadi bagian dari Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang terus didorong Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pemerintah menargetkan pembangunan peternakan modern tidak hanya meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan peternak rakyat.

Ketua Kelompok Hukum dan Layanan Perizinan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Andika Prima Hadi, mengatakan pemerintah terus mengawal proses percepatan perizinan dan penyelesaian berbagai kebutuhan dasar proyek di lapangan.

“Kementan terus memantau perkembangan perizinan dasar proyek ini, termasuk berbagai tantangan di lapangan. Investasi ini diharapkan menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat dan peternak di Brebes, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga nasional,” ujar Andika dalam rapat percepatan investasipeternakan di Subang, Rabu (20/5).

Salah satu proyek yang kini menjadi fokus pengawalan pemerintah adalah pengembangan mega farm sapi perah terintegrasi milik PT Global Dairi Bersama di Brebes.

Proyek berskala besar ini dirancang untuk memperkuat produksi susu nasional sekaligus membangun ekosistem peternakan modern berbasis kemitraan dengan masyarakat sekitar.

Direktur PT Global Dairi Bersama, Paulus Irwan Edy, menjelaskan konsep usaha yang dikembangkan mengedepankan pola kemitraan berkelanjutan sehingga mampu menciptakan efek berganda bagi petani dan peternak lokal.

Menurut Paulus, pedet jantan hasil peternakan nantinya dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional. Sementara itu, sapi afkir perah juga masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Di sisi lain, kebutuhan hijauan pakan ternak akan dipasok oleh petani jagung di sekitar kawasan peternakan.

“Potensi inilah yang akan menggerakkan masyarakat untuk berkembang, sehingga community development menjadi kebutuhan penting,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, proyek mega farm ini juga mengusung konsep peternakan ramah lingkungan melalui penerapan closed loop system.

Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif, sementara residunya dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk mendukung pengembangan hijauan pakan ternak.

Selain itu, sistem pengelolaan air daur ulang turut diterapkan guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Mega farm tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 180 ribu ton susu per tahun. Kawasan peternakan juga akan dilengkapi fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga pengembangan perkebunan jagung guna memperkuat kemandirian pakan ternak nasional.

Pemerintah Kabupaten Brebes pun menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan investasi tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes, Juwita Asmara, menegaskan pemerintah daerah siap menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi.

“Pada prinsipnya, kami siap mendukung percepatan proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah juga berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan pelayanan, sebagaimana arahan Ibu Bupati,” kata Juwita.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018