Wednesday, 01 December 2021


Karantina Jayapura Siap Hadang Impor Pertanian Berpenyakit

13 Nov 2021, 20:52 WIBEditor : Yulianto

Karantina, BPTP Jayapura dan TNI bersinergi jaga pos perbatasan RI-PNG | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jayapura--Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Jayapura turut menjadi garda terdepan menjaga di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini (PNG). Karena itu, Balai Karantina Pertanian Jayapura memiliki pos pemeriksaan arus masuk dan keluar komoditas pangan di Pos Lintas Bantas Negara Skouw, Indonesia-PNG.

Kepala Balai Karantina Pertanian Jayapura, Muhlis Natsir mengungkapkan keberadan Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Jayapura di Lintas Batas Negara Skouw untuk mengantisipasi masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan seperti ASF, AI, Rabies dan letal yelowing dari negara PNG.

Tak hanya itu, Karantina Pertanian pun dengan bersinergi bersama TNI dan pihak lainnya memperkuat Pos Lintas Batas Negara untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat dan negara dengan melakukan pelayanan prima pemeriksaan komoditas pangan yang diekspor ke negara PNG.

"Dengan adanya Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Jayapura di Pos Lintas Batas Negara Skouw ini, ekspor pangan kita yang dihasilkan petani Papua khususnya Jayapura dan daerah sekitar bisa berkali lipat ke negara PNG. Tentunya ini implementasi nyata di lapangan atas arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meningkatkan ekspor tiga kali lipat dan meningkatkan perekonomian masyarakat di perbatasan," kata Muhlis saat berkunjungan ke Pos Lintas Bantas Negara Skouw, Indonesia-PNG bersama Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Jumat (12/11)

Muhlis mengungkapkan, hingga saat ini komoditas pangan petani Papua banyak diekspor ke PNG melalui Pos Lintas Bantas Negara Skouw. Komoditas pangan yang diekspor tersebut terdiri dari tepung, beras, susu, telur dan vanili.

"Aktivitas pasar di Pos Lintas Batas Negara ini 3 hari seminggu yakni setiap hari selasa, kamis dan sabtu. Kami optimis dengan fokus program Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengutamakan peningkatan produksi pertanian Papua, ekspor ke depan semakin besar," ujarnya. Karantina Pertanian di Pos Lintas Batas Negara ini siap melayani ekspor pangan dalam jumlah besar karena pos Karantina sudah dilengkapi fasilitas carwash, laboratorium dan fumigasi.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan tugas Karantina Pertanian di Lintas Batas Negara sangat penting untuk melakukan pelayanan, menjaga kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan dari ancaman hama/penyakit hewan dan tumbuhan, serta menggerakkan roda perekonomian.

Karantina Pertanian harus berada di garda terdepan dalam mendorong ekspor komoditas pertanian khususnya di Papua. "Kementan khususnya Karantina Pertanian memiliki fasilitas yang memadai untuk memperkuat Pos Lintas Batas Negara Skouw ini," katanya.

Karena itu, kegiatan peningkatan produksi di Papua terus digerakkan melalui mekanisasi, benih unggul, permodalan KUR, asuransi pertanian dan penumbuhan petani milenial sehingga stok pangan di Papua mandiri dan hingga bisa ekspor dalam jumlah besar ke PNG.

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018