Thursday, 06 August 2020


Pasokan dan Harga Stabil di Pasar Mitra Tani

11 Apr 2020, 12:55 WIBEditor : Clara

Muka depan Pasar Mitra Tani di Bekasi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bekasi---Untuk memenuhi pangan dengan harga yang sesuai, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) bekerjasama dengan PT Suri Nusantara Jaya membangun Toko Tani di Bekasi yang dinamakan Pasar Mitra Tani Bekasi.

Pasar ini berada di Jl. Kranggan No.45, Jatisampurna, Bekasi. Nama depannya memang pasar, tetapi di dalamnya seperti toko swalayan, bersih dan tertata. Walaupun seperti pasar swalayan, harga yang ditawarkan cukup murah, apalagi produksi Mitra Tani. Bahkan lebih murah dibandingkan di pasar.

Beberapa gambaran harga pangan pokok di Pasar Mitra Tani Bekasi adalah beras Rp 44 ribu per 5 kg, bawang merah Rp 17.500 per 500 gram, bawang putih Rp 32 ribu per kg, gula pasir Rp 12.500, dan minyak Rp 11 ribu per liter. Selain itu, harga daging sapi segar hanya dihargai Rp 98 ribu per kg. Sangat murah dibandingkan harga di pasar biasa yang menembus hingga Rp 130 ribu per kg.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan di tengah pandemik virus corona ini, pangan memang menjadi kebutuhan utama yang harus terpenuhi. Makanya menyajikan pangan yang cukup dengan harga yang terjangkau menjadi peran utama Kementan. "Makanya kita semua harus kerjasama dengan berbagai pihak agar pangan terutama di Jabodetabek harus terpenuhi dari segi suplai dan harga yang pas," katanya saat berkunjung ke Pasar Mitra Tani Bekasi, Sabtu (11/4).

Syahrul mengakui bahwa kelangkaan dan kenaikan harga di kota besar, khususnya Jakarta, terjadi karena masalah distribusi. Tersendatnya distribusi pangan ini akibat diberlakukannya pembatasan kegiatan karena pandemik virus corona. ”Bisa dikatakan Jakarta sedang 'lock', tetapi pangan jangan sampai 'lock'. Makanya pangan kita pantau terus," jelasnya.

Memang beberapa harga pangan mengalami kenaikan karena katanya stoknya terbatas. Syahrul membantah hal ini karena stok saat ini aman, bahkan sampai memasuki bulan Ramadhan. "Kita semua sudah cek ke daerah-daerah (langsung ke lapangan) bahwa di sana tersedia. Hanya karena masalah distribusi makanya terjadi kelangkaan. Jadi yang sekarang kita perhatikan adalah distribusinya. Kita lancarkan distribusinya agar pangan dapat sampai ke kita dengan pasokan yang cukup, sehingga harga yang beredar di masyarakat sesuai," pungkasnya.

 

 

 

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018