Monday, 19 October 2026


Dukung Hilirisasi Kakao, Peneliti Rubiyo Ada Lima Varietas Unggul

10 Jun 2026, 15:18 WIBEditor : Yulianto

Kakao

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian dalam memperkuat hilirisasi dan meningkatkan daya saing komoditas perkebunan terus diperkuat melalui kolaborasi riset dan inovasi. Salah satu hasil nyata dari kerja sama tersebut adalah lahirnya lima varietas unggul baru kakao yang siap dikembangkan secara luas untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas kakao nasional.

Peneliti kakao dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rubiyo mengatakan, pihaknya telah menghasilkan lima varietas unggul baru kakao yang siap dikembangkan dan dapat memberikan dukungan terhadap program hilirisasi kakao.

Salah satu varietas unggulan yang telah dihasilkan adalah BP 1 yang memiliki sejumlah kelebihan. Diantaranya, ukuran biji yang besar, kandungan lemak tinggi, serta produktivitas yang mampu mencapai sekitar tiga ton biji kering per hektare per tahun.

Selain itu, tim peneliti juga menghasilkan varietas unggul lainnya, yakni RHS 1 dan RHS 2, yang memiliki fungsi penting sebagai sumber benih sekaligus mendukung pengembangan kakao hibrida untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Rubiyo menjelaskan, hasil penelitian tersebut tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi telah diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kakao nasional. Untuk BP 1 sudah menyebar di seluruh Indonesia. Sementara RHS 1 dan RHS 2 telah dikembangkan di tujuh provinsi.

“Ini merupakan peluang yang sangat baik karena varietas unggul tersebut sudah siap dimanfaatkan untuk pengembangan kebun induk, kebun benih maupun untuk kegiatan sambung pucuk atau grafting di tingkat petani," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan varietas unggul kakao membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan para peneliti. Dari tujuh provinsi yang telah mengembangkan varietas tersebut, sebagian besar melibatkan perusahaan yang turut berperan dalam mempercepat diseminasi teknologi kepada masyarakat.

"Kalau ingin penyebarluasan inovasi berlangsung secara masif, maka kolaborasi seperti ini sangat penting. Tujuannya agar Kementerian Pertanian dapat menghasilkan kakao dengan produktivitas tinggi, mutu yang baik, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan petani," jelasnya.

Rubiyo yang telah mengabdikan diri selama 35 tahun di lingkungan Kementerian Pertanian berharap, ke depan pengembangan varietas unggul kakao menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hilirisasi perkebunan nasional. Selain itu, meningkatkan nilai tambah produk kakao, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani serta daya saing kakao Indonesia di pasar global.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, riset dan inovasi merupakan kunci untuk mempercepat transformasi sektor pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus mendorong hilirisasi komoditas strategis nasional.

Menurutnya, hasil-hasil penelitian yang telah dihasilkan para peneliti harus segera dihilirisasikan dan dimanfaatkan secara luas agar memberikan dampak nyata bagi petani dan perekonomian nasional. "Penelitian harus menghasilkan sesuatu yang nyata untuk rakyat. Jangan berhenti di laboratorium atau jurnal, tetapi harus sampai ke petani,” katanya.

Bukan hanya itu, penelitian juga harus dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. ”Varietas unggul yang sudah dihasilkan harus kita kembangkan secara masif agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi petani dan bangsa," kata Amran.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018