Sunday, 25 October 2026


Support ID FOOD, BTN Siapkan Rp3 Triliun Perluas Ekosistem Pangan

02 Oct 2026, 11:02 WIBEditor : Herman Pratikno

irektur Utama BUMN Holding Pangan ID FOOD Ghimoyo bersama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) penguatan kolaborasi bisnis dan ekosistem pangan di Jakarta, Kamis (1/10/2026)

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA – Kolaborasi BUMN Holding Pangan ID FOOD dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memasuki babak baru. BTN menyiapkan plafon pembiayaan hingga Rp3 triliun untuk memperkuat kebutuhan bisnis ID FOOD Group sekaligus memperluas dukungan terhadap ekosistem pangan nasional.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ID FOOD dan BTN di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Fasilitas pembiayaan tersebut akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan modal kerja, offtake komoditas strategis, transaksi bisnis, hingga digitalisasi ekosistem ID FOOD Group.

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran ID FOOD dalam menghubungkan produksi pangan dari sisi hulu dengan kebutuhan pasar di hilir.

“Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan offtake, semakin besar pula kapasitas ID FOOD untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif,” ujar Ghimoyo.

Menurutnya, fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas bisnis pangan, termasuk beras, gula, minyak goreng, serta komoditas pangan strategis lainnya.

Kerja sama ID FOOD dan BTN sebenarnya bukan hal baru. Sinergi keduanya telah berjalan sejak 2024 melalui dukungan terhadap berbagai aktivitas bisnis ID FOOD Group.

Dukungan tersebut antara lain mencakup Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta pembiayaan bisnis beras, gula, garam, benih padi, dan susu.

Hingga kini, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah terutilisasi dalam berbagai aktivitas ID FOOD Group mencapai sekitar Rp5 triliun.

“Utilisasi sekitar Rp5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya,” kata Ghimoyo.

Tak berhenti pada pembiayaan korporasi, kolaborasi terbaru juga diarahkan untuk memperluas manfaat hingga ke berbagai pelaku yang berada di dalam rantai bisnis pangan.

Produk dan layanan BTN akan diarahkan untuk menjangkau supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, hingga karyawan yang berada dalam jaringan ID FOOD Group.

Di sisi internal, sekitar 1.600 rekening karyawan RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah menggunakan layanan payroll BTN.

Digitalisasi transaksi juga mulai dikembangkan melalui revitalisasi Kantin ID FOOD dan pemanfaatan QRIS dalam ekosistem Bale by BTN.

“Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku. Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien,” ujar Ghimoyo.

Ia menambahkan, integrasi pembiayaan, transaksi, dan digitalisasi menjadi semakin penting untuk mempercepat perputaran bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok pangan.

“Kami mengapresiasi BTN atas sinergi yang telah terbangun sejak 2024. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus tumbuh, menjangkau lebih banyak pelaku dalam ekosistem pangan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai posisi ID FOOD sangat strategis sebagai Holding BUMN Pangan. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting bagi kekuatan ekonomi domestik.

Peran ID FOOD, kata Nixon, tidak hanya berada pada sisi produksi, tetapi juga mencakup penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai offtaker, hingga pengolahan, perdagangan, dan distribusi pangan.

“Dengan demikian, ID FOOD memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi, mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen,” kata Nixon.

Karena itu, menurutnya, semakin terintegrasi ekosistem ID FOOD, semakin besar pula ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi di sepanjang rantai pangan.

Nixon mengatakan BTN ingin memperluas perannya. Jika sebelumnya dukungan lebih banyak diberikan melalui fasilitas kredit, kini BTN ingin hadir lebih jauh sebagai transactional banking partner bagi ID FOOD.

“Financing is only the beginning. BTN ingin melangkah lebih jauh, dari sekadar financing partner menjadi transactional banking partner yang hadir dalam aktivitas bisnis sehari-hari ID FOOD,” ujar Nixon.

Dukungan tersebut akan mencakup berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari collection, payment, liquidity management, hingga trade transaction. BTN juga membuka ruang dukungan terhadap kebutuhan finansial pegawai maupun mitra ID FOOD.

“BTN sebagai mitra yang hadir dalam setiap aktivitas bisnis ID FOOD,” tegasnya.

Salah satu potensi yang turut menjadi perhatian adalah pengembangan Warung Pangan. BTN menyatakan kesiapan untuk mendukung ekosistem tersebut, mulai dari sistem pembayaran dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial para mitra Warung Pangan.

Termasuk di dalamnya peluang pembiayaan bagi pelaku usaha yang berada dalam ekosistem tersebut.

“BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen,” ungkap Nixon.

Ia menegaskan, kolaborasi tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai nilai pembiayaan, tetapi juga bagaimana membangun rantai distribusi pangan yang semakin terintegrasi.

“Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang semakin efficient, inclusive, dan connected,” pungkasnya.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018