
Petani Milenial Polbangtan Bogor panen di kebun karet
TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuasin --- Semangat mendampingi petani terus digelorakan mahasiswa sekaligus petani milenial asal Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Kali ini mereka memberi contoh serunya panen aneka hortikultura di kebun karet.
Seperti yang dilakukan mahasiswa Polbangtan Bogor Vera Realita Pasaribu (tingkat III), Marini (tingkat II) dan Yoga Mitra Pratama (tingkat I) yang sedang melakukan pendampingan pada Kelompok Tani Bangau di Desa Rejodadi, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Pasalnya, untuk pertama kali mereka memanen sayur gambas, pare, dan mentimun bersama petani. “Kami panen bersama di lahan Sutrisno selaku pemilik usahatani,” jelas Vera.
Sutrisno yang memulai usahataninya sejak 4 tahun yang lalu. Ia sangat antusias sekali dalam memanfaatkan lahan kosong yang berada di dekat rumahnya.
Lahan yang diolah untuk usahatani saat ini adalah lahan perkebunan karet. Sambil merawat dan menunggu tanaman karet besar, dibantu mahasiswa Polbangtan Bogor memanfaatkan lahan kosong di sela-sela tanaman karetnya. Selain sayuran, Sutrisno ternyata juga menanam buah melon yang akan panen sebentar lagi.

"Saya sangat bersyukur sekali ketika panen berhasil. Tidak melihat banyak atau sedikit, yang penting adalah kepuasan hati menikmati hasil dari prosesnya," ucapnya lega.
Keberhasilan ini juga menambah semangat lelaki paruh baya ini untuk terus melatih diri dalam budidaya beragam tanaman hortikultura. Ia kerap memperoleh hasil yang memuaskan dari budidaya yang lain seperti sawi, pakcoy, tomat, jagung manis dan terong. Hasil panennya tidak jarang ia bagikan keluarga, saudara dan tetangganya.
Vera dan kawan-kawannya juga mendapat bekal mentimun dan gambas dari Sutrisno untuk dibawa pulang. Sutrisno juga berencana akan menanam buah semangka dan cabai di lahan baru yang terletak di sebelah lahannya yang lama. "Kita doakan, semoga berhasil ya, Aamnin,” ucap Vera.
Selama pendampingan, mereka selalu dibimbing oleh penyuluh setempat, Suci Kuswati "Saya berharap juga, di tengah pandemi ini. Hasil daripada petani dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di daerah Sembawa terlebih dahulu khususnya, baru daerah yang lain,” pungkas Suci.
Upaya yang dilakukan petani milenial terdidik ini merupakan bagian dari pembelajaran di rumah dan langsung dipraktekkan di masyarakat. Sekaligus menjadi harapan dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi.
“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.