Rabu, 14 Januari 2026


Ratusan Petani Milenial Cilacap Siap Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

06 Des 2025, 11:37 WIBEditor : Herman

Petani Milenial Cilacap Lulus Program Magang

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap --- Ratusan petani milenial di Kabupaten Cilacap resmi menuntaskan program magang intensif yang digelar dalam rangkaian Kegiatan Penyediaan dan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian.

Program ini berlangsung selama hampir tiga bulan, sejak 15 September hingga 5 Desember 2025, dengan total 480 jam pelatihan.

Penutupan magang yang digelar pada Jumat (5/12/2025) ini melibatkan 112 petani milenial yang tersebar di empat Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), yakni P4S Berkah (Menganti/Kesugihan), P4S Lestari (Adimulya/Wanareja), P4S Nature Farm (Karangtengah/Sampang).

Juga P4S Sugara Farm (Karanggintung/Gandrungmangu). Masing-masing P4S membina 28 peserta.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Cilacap, Ely Suningsih, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan kapasitas petani.

“Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan keluarga dan daerah. Melalui P4S, kami mendidik petani milenial agar memiliki ilmu dan wawasan sebagai modal membangun pertanian ke depan,” ujarnya.

Ely berharap pelatihan ini mampu menghasilkan petani-petani milenial yang tangguh, berwawasan luas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Cilacap.

Meski pada 2026 penyuluh pertanian akan berstatus pegawai pusat, kata Ely, tugas pendampingan tetap menjadi tanggung jawab utama.

“Keberadaan BPP tetap mutlak untuk mendampingi petani,” tegasnya.

Salah satu peserta magang, Fikri Haniful Anam, mengaku mendapat banyak manfaat selama mengikuti magang di P4S Berkah.

“Awal datang saya benar-benar nol ilmu pertanian. Setelah 60 hari kerja, saya pulang membawa bekal yang sangat berguna untuk diterapkan di Desa Slarang, Kesugihan,” ungkap Fikri.

Ia dan teman-temannya kini bertekad membentuk kelompok “Pemuda Milenial Berkah” agar bisa menerapkan ilmu pertanian secara bersama-sama dan mengejar swasembada pangan.

Mereka juga telah menjalin komunikasi dengan P4S Berkah, BPP Kesugihan, serta Dinas Pertanian Cilacap untuk pendampingan berkelanjutan.

“Kami juga sudah mendapat dukungan dari Ketua PKK Cilacap berupa bantuan benih bawang merah dan pupuk,” tambahnya.

Ketua P4S Berkah, Kartinah, menyebut para peserta telah mendapatkan berbagai keterampilan praktis, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemanenan, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

“Peserta belajar membuat keripik sayur, tepung mocaf, produk turunan mocaf, hingga pembuatan nitrobacter, PGPR, dan POC untuk pembenah tanah,” jelas Kartinah.

Ia berharap semua ilmu tersebut terus dipraktikkan dan dibagikan kepada petani lain sebagai bentuk keberlanjutan.

“Banyak ilmu yang sudah diberikan—kembangkan, praktikkan, dan istiqomah berbagi kepada siapa pun,” pesannya.

P4S Berkah sendiri telah berdiri selama tiga tahun dan telah menerbitkan 8.576 sertifikat pelatihan bagi petani.

Reporter : Wasis
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018