
Kabar membanggakan datang dari Polbangtan Bogor. Prodi Kesehatan Hewan sukses meraih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes, menegaskan kualitas vokasi pertanian yang kian tajam dan siap bersaing.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Kabar membanggakan datang dari Polbangtan Bogor. Prodi Kesehatan Hewan (Keswan) sukses meraih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes, menegaskan kualitas vokasi pertanian yang kian tajam dan siap bersaing.
Dunia pendidikan vokasi pertanian kembali dapat suntikan kabar baik.
Program Studi Diploma Tiga (D-III) Kesehatan Hewan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor resmi mengantongi status Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).
Capaian ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian kian bergigi dan tak bisa dipandang sebelah mata.
Status Akreditasi Unggul tersebut ditetapkan melalui Berita Acara Rapat Pleno Komite Akreditasi LAM-PTKes Nomor 001/LAM-PTKes/BA Akr/I/2026 tertanggal 24 Januari 2026.
Dalam keputusan itu disebutkan, akreditasi berlaku selama lima tahun sejak tanggal penetapan dan sekaligus menggugurkan status akreditasi sebelumnya.
LAM-PTKes menyatakan Prodi D-III Kesehatan Hewan Polbangtan Bogor telah memenuhi seluruh ketentuan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan sesuai regulasi yang berlaku.
Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola, kurikulum, kualitas dosen, sarana prasarana, hingga capaian lulusan yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut capaian tersebut dengan penuh apresiasi.
Menurutnya, akreditasi Unggul menjadi indikator kuat bahwa pendidikan vokasi pertanian terus bergerak naik kelas, sejalan dengan tuntutan pembangunan pertanian modern.
“Akreditasi Unggul ini menunjukkan Polbangtan Bogor mampu menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan peternakan. Ini penting untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan profesional,” ujar Mentan Amran.
Ia menegaskan, penguatan pendidikan vokasi merupakan salah satu kunci strategis dalam menyiapkan tenaga terampil yang siap terjun langsung ke lapangan, bukan hanya paham teori, tetapi juga cekatan menghadapi realitas sektor pertanian dan peternakan yang terus berubah.
Nada serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti.
Ia menilai capaian akreditasi Unggul bukan hasil kerja instan, melainkan buah dari komitmen panjang terhadap penjaminan mutu pendidikan.
“Akreditasi Unggul ini bukan sekadar prestasi institusi, tapi juga tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran, dosen, sarana prasarana, serta lulusan yang siap kerja,” kata Idha.
Ia menambahkan, BPPSDMP akan terus mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian agar adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk memperkuat link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.
Dalam keputusan akreditasi tersebut, LAM-PTKes juga menegaskan akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) setiap tahun.
Langkah ini menjadi alarm sekaligus pengingat bahwa status Unggul harus dijaga dengan konsistensi mutu dan perbaikan berkelanjutan.
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih Prodi D-III Kesehatan Hewan.
Ia menyebut akreditasi Unggul sebagai energi baru bagi seluruh civitas akademika.
“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif, dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para mitra. Ini bukan garis finis, tapi amanah untuk terus menjaga mutu dan relevansi lulusan agar benar-benar siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Yoyon menambahkan, Polbangtan Bogor akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri, khususnya di sektor peternakan dan kesehatan hewan.
Tujuannya jelas, memastikan lulusan tidak gagap saat terjun ke lapangan dan mampu menjawab kebutuhan riil industri.
Dengan akreditasi Unggul yang diraih, Prodi D-III Kesehatan Hewan Polbangtan Bogor di bawah pimpinan Debby Fadhilah Pazra semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu program studi vokasi unggulan.
Di tengah tantangan ketahanan pangan dan kesehatan hewan nasional, capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa vokasi pertanian Indonesia tengah menajamkan taringnya, siap melahirkan tenaga kesehatan hewan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi.



