Sunday, 19 April 2026


Bukan Sekadar Panen, Polbangtan Bogor Fokus Perkuat SDM Pertanian di Karawang

10 Feb 2026, 06:22 WIBEditor : Gesha

Menjelang Panen Raya Nasional dan pengumuman swasembada pangan, Polbangtan Bogor turun langsung ke Karawang, memperkuat SDM penyuluh agar siap teknis, mental, dan solid mengawal sejarah pertanian nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang --- Menjelang Panen Raya Nasional dan pengumuman swasembada pangan, Polbangtan Bogor turun langsung ke Karawang, memperkuat SDM penyuluh agar siap teknis, mental, dan solid mengawal sejarah pertanian nasional.

Menjelang Panen Raya Nasional dan pengumuman Swasembada Pangan Indonesia, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor tancap gas memperkuat sumber daya manusia (SDM) pertanian di Karawang. Bukan seremoni belaka, penguatan ini menyasar langsung para penyuluh pertanian yang menjadi garda terdepan di lapangan.

Direktur Polbangtan Bogor bersama Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) turun langsung ke Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, untuk melaksanakan coaching dan pendampingan intensif bagi penyuluh. Agenda ini digelar sebagai langkah strategis memastikan kesiapan teknis, koordinasi lapangan, sekaligus mental penyuluh menjelang Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dijadwalkan berlangsung Rabu (7/1).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, keberhasilan swasembada pangan nasional tidak bisa dilepaskan dari peran penyuluh. “Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Mereka yang memastikan kebijakan pemerintah benar-benar sampai ke petani dan diterapkan di lapangan. Karena itu, kesiapan penyuluh menjelang Panen Raya sangat krusial,” kata Mentan Amran.

Karawang sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Kecamatan Cilebar, yang menjadi lokasi utama Panen Raya, memegang peran penting dalam mendukung produksi padi nasional. Coaching penyuluh difokuskan pada penguatan pemahaman teknis budidaya, penyamaan persepsi program, hingga peningkatan kepercayaan diri dalam mendampingi petani di momen strategis nasional.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyebut penguatan SDM ini bukan kegiatan rutin biasa. “Cilebar akan menjadi saksi sejarah pengumuman Swasembada Pangan Indonesia. Penyuluh harus benar-benar siap, tidak hanya paham teknis pertanian, tapi juga kuat secara mental dan koordinasi. Inilah peran pendidikan vokasi pertanian dalam mengawal program strategis nasional,” ujar Yoyon.

Dari sisi kebijakan SDM, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa swasembada pangan hanya bisa berkelanjutan jika ditopang SDM yang kompeten. “Kami terus mendorong peningkatan kapasitas penyuluh agar adaptif terhadap dinamika lapangan dan perkembangan teknologi. Penyuluh yang kuat akan melahirkan petani yang mandiri dan produktif,” ungkap Idha.

Agenda coaching ini juga menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah. Penyamaan langkah dilakukan agar seluruh elemen—dari penyuluh, petani, hingga pemangku kebijakan, bergerak dalam satu irama menyukseskan Panen Raya Nasional.

Panen Raya di Karawang nantinya tidak hanya menampilkan hasil produksi padi, tetapi juga menjadi etalase kesiapan SDM pertanian Indonesia. Di balik hamparan sawah yang menguning, ada kerja sunyi penyuluh, dukungan pendidikan vokasi, dan sinergi lintas sektor yang mengantar Indonesia menuju swasembada pangan.

Reporter : Wsd
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018