
Program PM-AAS terus dipercepat di Sulawesi Selatan. BBWS Pompengan Jeneberang menggenjot pembangunan dan rehabilitasi irigasi agar ribuan hektare sawah makin produktif dan mendukung target swasembada pangan
TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar – Program PM-AAS terus dipercepat di Sulawesi Selatan. BBWS Pompengan Jeneberang menggenjot pembangunan dan rehabilitasi irigasi agar ribuan hektare sawah makin produktif dan mendukung target swasembada pangan.
Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) yang menjadi andalan Kementerian Pertanian untuk mendongkrak produksi padi terus mendapat dukungan lintas kementerian.
Kali ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat infrastruktur irigasi sebagai tulang punggung peningkatan produktivitas sawah di Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Heriantoni Waluyadi, dalam Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budi Daya Padi PM-AAS Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurutnya, keberhasilan pertanian modern tidak hanya bergantung pada benih unggul dan mekanisasi, tetapi juga pada jaminan pasokan air yang memadai sepanjang musim tanam.
"Kami terus mendukung program swasembada pangan melalui penyediaan dan peningkatan infrastruktur sumber daya air, khususnya jaringan irigasi," ujar Heriantoni.
Data BBWS Pompengan Jeneberang menunjukkan, Sulawesi Selatan saat ini memiliki daerah irigasi teknis seluas sekitar 582 ribu hektare.
Dari jumlah tersebut, 243 ribu hektare merupakan kewenangan pemerintah pusat, 53 ribu hektare menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sedangkan 279 ribu hektare berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
Selain itu, sekitar 79 ribu hektare layanan irigasi juga didukung oleh sejumlah bendungan yang tersebar di wilayah tersebut.
Besarnya cakupan layanan irigasi itu menjadi modal penting bagi Sulawesi Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung beras nasional.
Dengan dukungan sistem irigasi yang baik, petani memiliki peluang meningkatkan indeks pertanaman hingga lebih dari satu kali tanam dalam setahun, sekaligus menjaga produktivitas ketika memasuki musim kemarau.
Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, BBWS Pompengan Jeneberang saat ini melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi utama dan tersier pada wilayah kewenangan pemerintah daerah dengan cakupan sekitar 54 ribu hektare.
Luas tersebut merupakan bagian dari total potensi layanan irigasi sekitar 320 ribu hektare yang menjadi sasaran program.
Tak hanya memperbaiki saluran irigasi yang sudah ada, BBWS Pompengan Jeneberang juga membangun 86 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang tersebar di 11 kabupaten di Sulawesi Selatan.
Infrastruktur tersebut mampu melayani lahan pertanian seluas 1.382 hektare dengan kapasitas debit air berkisar 2 hingga 10 liter per detik, sehingga menjadi solusi bagi kawasan yang belum terjangkau jaringan irigasi permukaan.
Dukungan tersebut dinilai sejalan dengan konsep PM-AAS yang mengedepankan pertanian modern berbasis teknologi.
Program ini mengintegrasikan mekanisasi pertanian, penggunaan varietas unggul, pengelolaan air yang efisien, hingga penerapan budidaya presisi untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.
Karena itu, infrastruktur irigasi menjadi salah satu komponen paling vital.
Tanpa pasokan air yang stabil, penggunaan alat dan mesin pertanian modern maupun benih berproduktivitas tinggi tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Pada 2026, BBWS Pompengan Jeneberang juga telah mengusulkan rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi lanjutan yang akan dilaksanakan dalam dua tahap.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas cakupan layanan irigasi sekaligus mempercepat implementasi PM-AAS di berbagai sentra produksi padi Sulawesi Selatan.
Sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Melalui modernisasi pertanian yang didukung infrastruktur air yang andal, pemerintah menargetkan produktivitas sawah terus meningkat sehingga kebutuhan beras nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Dengan rehabilitasi puluhan ribu hektare jaringan irigasi, pembangunan puluhan titik JIAT, serta optimalisasi layanan pada ratusan ribu hektare daerah irigasi, Sulawesi Selatan diharapkan semakin kokoh sebagai salah satu penyangga utama produksi padi nasional.
Dukungan infrastruktur tersebut sekaligus menjadi fondasi penting agar penerapan PM-AAS berjalan maksimal dan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai.