Tuesday, 17 May 2022


Berawal Ikut Pelatihan, Kini Pupuk Kompos Arifin Banyak Dipesan

28 Jan 2022, 14:03 WIBEditor : Herman

Arifin membuat kompos dari kotoran hewan | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Bojonegoro – Berawal dari mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos yang akan digunakan sendiri, Arifin kini bisa tersenyum bangga. Pasalnya kompos buatanya yang dibuat dari kotoran hewan peliharaan mendapatkan banyak pesanan dari masyarakat sekitar. 

Usaha pembuatan pupuk kompos yang dijalankan Arifin dimulai sejak awal Tahun 2021. Berawal dari ikut program pelatihan pembuatan pupuk kompos dari libah peternakan yang diadakan Gapoktan Mulyorejo Mulyo, saat ini Arifin bisa mendapatkan penghasilan.  

Pemanfaatkan limbah peternakan menjadi pupuk kompos merupakan hal yang penting dalam pertanian. Pada pelatihan yang dihadiri seluruh pengurus kelompok tani Desa Mulyorejo Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, para petani mendapatkan materi dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Mulyorejo, Maskan Hadi.  

Arifin yang juga Ketua Gapoktan Mulyorejo Mulyo dan juga Sekertaris Poktan Maju Makmur Desa Mulyorejo, mengikuti pelatihan membuat pupuk kompos dari bahan kotoran sapi dengan beberapa pengurus Poktan laimnya seperti Kastor bendahara Poktan Glagah Wangi dan Maimon, bendahara Pktan Makmur Jaya.  

“Saya mendapatkan materi pembuatan kompos selama kurang lebih satu jam, saya langsung tertarik dan  yakin bisa membuatnya,” ungkap pemuda 29 tahun ini. 

 

Dengan ilmu pembuatan kompos yang sudah dikuasai, Arifin  dibantu kedua rekannya tersebut langsung membuat kompos dari bahan kotoran sapi sebanyak 1 ton yang difermentasi selama  20 hari. Proses pembuatan kompos dilakukan secara manual tanpa alat mesin penggiling kompos, dan hasil dari fermentasi tersebut langsung diberikan kepada petani untuk digunakankan pada tanaman jagung dan padi.

Setelah berjalan 3 bulan, Arifin mendapat pesanan kompos sebanyak 4 ton yang terdiri dari 2 ton kompos kambing dan 2 ton kompos sapi. 

Maskan Hadi mengaku senang terhadap seluruh petani milenial binaanya, ia merasa lega karena petani yang dulunya hanya petani biasa sekarang menjadi petani milenial yang mampu membuat, dan memanfaatkan limbah peternakan menjadi kompos. Dan Maskan berharap supaya seluruh petani binaanya menjadi petani yang mandiri tidak tergantung pada bahan-bahan kimia di dalam mengolah lahan pertanian 

Arifin mengakui permasalahan yang muncul pada usaha kompos yang dijalani adalah persoalan pemasaran. Karena belum adanya pemesanan rutin, berakibat pembuatan  kompos menjadi tidak stabil.

Arifin berharap agar ada pihak terkait dari pemerintahan desa yang mau dan mampu membantu, memperkenalkan, sekaligus memberdayakan  para petani agar mau menggunakan pupuk kompos di dalam mengolah lahan pertanian.

Reporter : Soleman
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018