Friday, 30 October 2026


Sebanyak 1.214 Siswa SUPM Diwisuda Secara Daring

16 Jun 2020, 16:55 WIBEditor : Indarto

Wisuda SUPM

Lulusan SUPM akan menjadi SDM yang handal dan kompeten. Mengingat, penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan KP bersendikan 4 pilar utama; yakni learning to know, to do, to live together, dan to be.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta-- Sejak pandemi covid 19 berlangsung,  sistem belajar dan mengajar Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) dan Pendidikan Tinggi di Politeknik KP dilakukan secara daring. Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo  pun mewisuda 1.214 siswa dari sembilan SUPM secara virtual.

Kegiatan ini merupakan upacara wisuda daring nasional pertama untuk satuan pendidikan KKP yang dilakukan serentak diseluruh nusantara. Menteri Edhy mengaku optimis siswa lulusan SUPM bisa membuat laut Indonesia semakin berdaya guna.

" Keuletan mereka juga telah ditunjukkan melalui semangat yang tidak padam meski belajar dan lulus di tengah pandemi covid-19," ujar Edhy, di Jakarta, Selasa (16/6).

Menurut Edhy, lulusan SUPM merupakan modal berharga dari sisi sumber daya manusia untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Diharapkan para lulusan selain melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mereka juga bisa menjadi wirausahawan  di bidang perikanan.

"Saya yakin, mereka tidak akan menjadi penganggur. Saya setuju anda menjadi pengusaha, modal ilmu yang anda miliki sangat luar biasa," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja mengungkapkan,  lulusan SUPM akan menjadi SDM yang handal dan kompeten. Mengingat,   penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan KP bersendikan 4 pilar utama; yakni learning to know, to do, to live together, dan to be.

" Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter yang berahklak mulia, beriman, bertaqwa. Memiliki kompetensi dan mampu berdaya saing tinggi baik secara nasional maupun internasional, yang harus ditunjang dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter," kata Sjarief.

Sjarief mengatakan, satuan pendidikan KKP juga menganut sistem boarding school, kurikulum berbasis kompetensi, kewirausahaan, pendekatan pembelajaran teaching factory. Satuan pendidikan KKP juga punya konsep 6 M (man, money, material, machine, method, market). Tujuannya agar lulusannya memiliki karakter unggul dan memiliki kompetensi sehingga menjadi tenaga kerja profesional, memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat serta berkarakter baik.

"Penguatan kewirausahaan ini dilakukan  tak hanya dengan penyelenggaraan mata pelajaran khusus kewirausahaan hampir disetiap semesternya. Tapi juga dengan menggandeng  pihak eksternal untuk memberikan pelatihan bisnis dan manajemen,"  kata  Sjarief.

Setiap lulusan juga dibekali sertifikat keahlian yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) . Lulusan juga dibekali  pelatihan bersertifikat di bidang kelautan dan perikanan, kompetensi, seperti pada prodi Nautika Perikanan Laut (NPL).

Para siswa mendapatkan Sertifikat BST, ANKAPIN II, Sertifikat kompetensi keahlian Pengoperasian alat tangkap purse seine, Pengoperasian alat tangkap long line, pengoperasian alat tangkap gillnet, Penanganan hasil tangkapan diatas kapal, dan Perakit alat penangkapan ikan. Pada prodi Teknika Perikanan Laut (TPL), para siswa dibekali dengan sertifikat BST, ATKAPIN II, sertifikat kompetensi keahlian Pengoperasian Mesin Induk dan mesin bantu.

Siswa dibekali sertifikat pengoperasian mesin refrigerasi/mesin pendingin, perawatan mesin induk, mesin bantu dan mesin refrigerasi. Pada prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP) para siswa mendapat Sertifikat HACCP, Sertifikat kompetensi keahlian Pengolahan hasil perikanan, Pengemasan hasil perikanan, pengiriman bahan baku perikanan dan Diversifikasi hasil perikanan.

Pada prodi Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), para siswa mendapatkan  Sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Sertifikat Kompetensi keahlian Pembesaran ikan, pembenihan ikan, pembuatan dan pengelolaan pakan, pengemasan dan pengiriman hasil budidaya.

Saat ini,  SUPM tersebar di Provinsi Aceh (Ladong), Sumatera Barat (Pariaman), Lampung (Kota Agung), Jawa Tengah (Tegal), Kalimantan Barat (Pontianak), Sulawesi Selatan (Bone), Maluku (Waeheru), Nusa Tenggara Timur (Kupang) dan Papua Barat (Sorong). 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018