Sunday, 19 April 2026


Anggur Ponjay Bendav, Dari Ukraina Berlabuh di Tangsel

30 Jan 2026, 10:53 WIBEditor : herman

Anggur ponjay Bendav

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangsel --- Pengembangan anggur lokal terus menggeliat di berbagai wilayah Tanah Air. Salah satunya adalah Tangerang Selatan, yang berhasil melaksanakan uji observasi terhadap varietas anggur introduksi dari Ukraina. Varietas ini kemudian diberi nama Ponjay Bendav dan kini tinggal menunggu pelepasan varietas resmi dari pemerintah.

Anggur Ponjay Bendav dikembangkan oleh Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) Tangerang Selatan. Varietas ini berasal dari anggur Ukraina bernama asli Transfiguration. Nama Ponjay Bendav sendiri merupakan gabungan dari dua nama: “Ponjay” diambil dari Kelurahan Pondok Jaya, tempat induk tanaman ditanam, sedangkan “Bendav” merupakan penghargaan kepada Walikota Benyamin Davnie.

Varietas ini memiliki ciri khas berwarna hijau dengan semburat merah. Keunggulannya antara lain dompolan dan berry besar, rasa manis juicy, serta berat dompol sekitar 500 gram hingga 1 kg. Anggur ini juga mudah berbuah menggunakan sistem potes pucuk, dengan waktu kematangan buah sekitar 90–100 hari.

Pengembangan Ponjay Bendav dilakukan di Kebun Kelompok Tani Cipayung (Ketancap), Komunitas Anggur Tangsel (KAT), yang berlokasi di Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat. Uji observasi ini merupakan langkah penting dalam proses pendaftaran Ponjay Bendav sebagai varietas lokal.

Aat Jamiat, Ketua DPD ASPAI Tangerang Selatan, adalah sosok di balik pengembangan anggur di Tangsel. Berawal dari hobi, Aat bereksperimen dengan berbagai varietas anggur impor, mulai dari Transfiguration, Gos V, Akademik, Jupiter, Ninel, hingga Moondrop. Dari berbagai percobaan, varietas Transfiguration terbukti paling adaptif dan menghasilkan buah terbaik. Saat ini, Kebun Anggur Ponjay memiliki lebih dari 25 varian anggur dengan beragam warna, rasa, dan tekstur.

Namun, menanam anggur di iklim tropis tidak tanpa tantangan. Musim hujan menjadi masa tersulit karena tanaman rentan terserang jamur dan hama. Untuk mengatasinya, Aat rutin melakukan penyemprotan fungisida dan insektisida seminggu sekali. Jika serangan sudah parah, penyemprotan dilakukan intensif selama tiga hari berturut-turut, atau tanaman dipangkas untuk menumbuhkan tunas baru. “Kuncinya sabar dan telaten,” ujarnya.

Aat berharap pemerintah memberikan perhatian lebih pada penggiat anggur, mengingat potensi budidaya anggur lokal sangat besar. Dengan dukungan yang tepat, ia optimistis minimal 20 persen impor anggur dapat digantikan oleh hasil panen petani lokal pada 2026.

Erry Yanuar, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, menilai keberhasilan pengembangan Ponjay Bendav sebagai solusi cerdas di tengah keterbatasan lahan pertanian perkotaan seperti Tangsel. “Kota Tangsel tidak memiliki lahan sawah, jadi solusinya adalah urban farming dan penanaman anggur,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia masih mengimpor anggur senilai sekitar Rp 7 triliun per tahun. Dengan inisiatif lokal seperti Ponjay Bendav, kontribusi petani dalam negeri diharapkan dapat menekan impor hingga 5 persen. Keunggulan budidaya anggur di Indonesia terletak pada kemampuan adaptasi di berbagai dataran dan fleksibilitas panen sepanjang tahun, berbeda dengan negara empat musim yang panennya terbatas.

Selain Tangerang Selatan, daerah lain di Banten seperti Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang sudah mulai menanam anggur, namun belum menghasilkan varietas lokal seperti Ponjay Bendav.

Lista Hurustiati, Pembina DPP ASPAI Tangerang Selatan, berharap anggur Tangsel bisa menjadi ikon kota dan tersedia di toko buah modern. “Jika Malang terkenal dengan apel, maka Tangsel bisa dikenal dengan anggurnya,” ujarnya. Saat ini, pihaknya juga mengembangkan keripik dari daun anggur sebagai inovasi produk.

Namun, keterbatasan greenhouse menjadi kendala utama. Lista berharap adanya bantuan tambahan agar pengembangan tanaman anggur di Tangsel bisa lebih maju.

Sementara itu, Kebun Anggur Ponjay kini menjadi agrowisata. Aat Jamiat bercerita, banyak pengunjung datang ingin memetik buah langsung dari pohonnya dan belajar menanam anggur. “Dari situ saya mulai berpikir membuka kebun sebagai wisata petik buah dan pusat edukasi,” katanya. Kini, setiap akhir pekan kebun ini ramai dikunjungi warga, sekaligus menjadi pusat edukasi dan pembibitan anggur.

 

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018