Saturday, 31 October 2026


Membedah Ayam KUB Bersama Bu Tike

27 Aug 2015, 09:34 WIBEditor : Kontributor

Jelajah inovasi kali ini memang tergolong istimewa, pasalnya Wartawan Sinar Tani langsung dikawal oleh Dr. Tike Sartika, Inventor ayam KUB dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor. Pakar pemulia ternak ini tidak segan-segan untuk berbagi cerita soal cara beternak dan keunggulan ayam KUB.

Wanita kelahiran Bogor ini menjelaskan ayam KUB merupakan hasil seleksi ayam kampung selama 6 generasi  yang diarahkan untuk meningkatkan produksi telurnya dan mengurangi sifat mengeram.

Ayam kampung biasanya bertelur 10-15 butir per induk selama periode bertelur (2-3 minggu), kemudian mengeram  21 hari  (3 minggu) dan mengasuh anak 6- 8 minggu, total periode bertelur 12-14 minggu, jadi 1 tahun hanya bisa bertelur 4-5 kali periode bertelur, atau bertelur sekitar 40-60 butir sampai dengan 50-75 butir per tahun.

Sedangkan ayam KUB sudah diseleksi ke arah produksi telur dan sifat mengeramnya dihilangkan, sehingga dapat bertelur 180 butir per tahun. Jadi ayam KUB ini karena telurnya banyak, sehingga ditujukan sebagai bibit induk untuk menghasilkan DOC (anak ayam umur sehari) yang dibutuhkan peternak untuk usaha pembesaran ayam kampung potong yang dipanen pada umur 70 hari.

Dia mengingatkan, untuk mendapatkan DOC yang tumbuhnya cepat, ayam KUB harus dikawinkan dengan pejantan ayam kampung pilihan yang mempunyai bobot badan besar.

Cara Memelihara

Cara beternak ayam KUB mudah sekali sama dengan pemeliharaan ayam pada umumnya. Pada pemeliharaan ayam KUB untuk usaha pembesaran ayam kampung potong biasanya dipelihara secara intensif (skala usaha minimal 100-500 ekor) selama 10-12 minggu. Yang harus dipersiapkan untuk pemeliharaan masa brooder (pembesaran): 0-4 minggu adalah kandang brooder (pemanasan bisa dengan lampu bohlam atau pemanas gas bila pemeliharaan dalam jumlah banyak). Kandang diberikan alas sekam yang ditutup dengan kertas koran. Persiapan kandang brooder pemanasnya harus cukup dan merata.

Siapkan tempat pakan berupa baki dan tempat minum kecil agar mudah dijangkau oleh anak ayam. Pemberian pakan harus sesuai dengan umurnya. Umur D jadi  starter protein 21% sampai umur 3 minggu, setelah umur 3 minggu pakan bisa dicampur antara pakan jadi starter protein 21% dengan dedak, dengan perbandingan 75% pakan jadi dan 25% dedak kualitas bagus (prot 12%), atau 50% pakan jadi, 25% dedak, 25% jagung tergantung pada sumber bahan pakan lokal yang ada, sehingga biaya pakan bisa lebih murah.

Perhatikan kepadatan kandang, setiap minggu kandang harus dilonggarkan sesuai kapasitas  jangan sampai terlalu padat. Pada umur setelah 4 minggu kepadatan kandang maks 10 ekor/m2. Selama pemeliharaan ayam KUB diperlukan vaksinasi, terutama ND dan Gumboro. Vaksinasi ND dilakukan pada saat ayam umur 3 hari dan 3 minggu dengan tetes mata, sedangkan Gumboro pada umur  1 dan 4 minggu  dengan tetes mulut. Vaksinasi AI bagi daerah yang bebas flu burung tidak diperlukan. Namun bagi daerah yang positif flu burung, vaksinasi AI diperlukan  pada umur 2 minggu dan 5 minggu dengan cara suntik subcutan sebanyak 0,2 cc.

Pemberian pakan dilakukan pagi dan sore hari, sambil mengontrol ternaknya. Jumlah yang diberikan kira-kira  naik 5 gram setiap minggu sampai umur 5 minggu dan kira-kira naik 10 gram setiap minggu dari umur 6 sampai umur 10 minggu. Pemberian air minum tersedia setiap saat.

Contoh pemberian pakan:

Umur ayam

(hari)

Pemberian/hari/ekor

(gram)

Pemberian/minggu/ekor

(gram)

Jumlah kumulatif

(gram)

DOC-7

8-14

15-21

22-28

29-35

36-42

43-49

50-56

57-63

64-70

5

10

15

20

25

35

45

55

65

75

35

70

105

140

175

245

315

385

455

525

35

105

210

350

525

770

1085

1470

1925

2450

Sehingga hitungan ekonomi secara kasar dapat dihitung sebagai berikut:

Harga DOC:  6000-6500

            Pakan (2,5 kg) x Rp 7500 = 18.750,-

           DOV (Desinfektan, obat, vaksin):  250

           Lain2: 500

Total: 26.000,-

Harga jual: 30.000,-atau Rp 35.000, untung 4.000-9.000/ekor

Tambahan hasil: pupuk

 

Pemeliharaan Induk

Pemeliharaan kandang induk bisa bervariasi,  dapat berbentuk kandang litter atau floor, kandang flok atau koloni dengan ukuran 1 m2 untuk 5 ekor induk dan 1 pejantan, atau dapat berupa kandang individu. Apabila menggunakan kandang individu, perkawinannya harus dengan inseminasi buatan (IB). Aspek biosekuriti menjadi prioritas utama dalam usaha pembibitan unggas. Biosekuriti pada waktu masuk kandang (spraying, deeping) menjadi persyaratan utama. Kebersihan kandang  dan program vaksinasi juga sangat penting untuk dilakukan.

Petugas kandang hendaknya yang sudah berpengalaman.  Terutama pada pemeliharaan  DOC calon bibit pada fase starter. Apabila pemeliharaan tidak benar, ayam kecil mudah sekali terserang penyakit dan mati, sehingga hasil yang dicapai tidak akan baik. Program vaksinasi harus dijalankan sesuai SOP.

Pemeliharaan harian, kebersihan kandang, waktu pemberian pakan dan minum harus teratur, kebersihan tempat pakan dan minum harus diperhatikan, apabila kotor dan berlumut mudah sekali berjamur dan mudah terjangkit penyakit. Catatan produksi akan dipandu dengan pembuatan blanko isian untuk populasi ternak, kematian, catatan pakan, catatan produksi dan program vaksinasi. Harus mempunyai mesin tetas.

Pada lokasi pembibitan harus diperhatikan pula sumber bahan pakan utama mudah penyediaannya (jagung dan dedak), tepung ikan lokal, adanya poultry shop yang menyediakan sarana dan prasarana untuk pengembangan ayam. Lis

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018